TULUNGAGUNG, Negerimusik.com — Tidak semua “zona aman” benar-benar membuat kita tumbuh. Kadang justru sebaliknya—ia menahan, membatasi, dan membuat kita takut melangkah lebih jauh. Di titik itulah dua nama dari skena alternative emo Tulungagung, Nevenue dan All Birds Are Onion, bertemu.
Lewat single kolaboratif bertajuk “Unsafe Zone You Could Enter”, keduanya tidak hanya merilis lagu, tetapi juga membuka ruang—tentang keberanian memasuki wilayah emosional yang belum tentu nyaman, tapi justru penting untuk dijalani.
Dirilis pada 24 April 2026, lagu ini menjadi penanda kolaborasi resmi pertama mereka setelah sebelumnya berjalan di jalur masing-masing dalam skena lokal Tulungagung. “Unsafe Zone You Could Enter” dibangun dari satu premis yang terasa dekat: keinginan untuk terbuka, tapi di saat yang sama dihantui rasa takut akan konsekuensinya.
Lirik yang ditulis oleh Onny Alberto bergerak di wilayah yang abstrak, tapi tetap membumi. Ia tidak menjelaskan segalanya secara gamblang, tapi justru memberi ruang bagi pendengar untuk mengisi maknanya sendiri.
“Kita sering merasa aman di zona yang sudah dikenal, tapi kadang pertumbuhan justru terjadi saat kita berani melangkah ke tempat yang belum tentu nyaman.”
Judulnya sendiri terasa seperti paradoks. “Unsafe Zone” yang seharusnya dihindari, justru menjadi tempat untuk masuk—sebuah ruang di mana versi baru dari diri seseorang bisa ditemukan.
Secara musikal, lagu ini menjadi pertemuan dua pendekatan yang saling melengkapi. Nevenue membawa karakter gitar twinkle khas midwest emo—ringan, detail, dan melankolis. Sementara All Birds Are Onion menambahkan lapisan dream pop emo yang membuat keseluruhan sound terasa lebih luas dan atmosferik.
Hasilnya adalah komposisi yang terdengar dreamy, tapi tetap intim. Melankolis, namun tidak kehilangan energi. Ada momen tenang yang kontemplatif, tapi juga ledakan emosi yang datang tanpa terasa dipaksakan. Kombinasi ini membuat lagu terasa hidup—bergerak, tidak statis.
Yang membuat rilisan ini terasa lebih personal adalah cara mereka mengerjakannya. Hampir seluruh proses dilakukan secara mandiri oleh kedua band, mulai dari produksi hingga visual.
Untuk visual, cover foto digarap langsung oleh Ananda Elang Caraka bersama Onny Alberto, memastikan bahwa seluruh elemen—baik audio maupun visual—benar-benar merepresentasikan visi kolaboratif mereka.
Menariknya, perilisan lagu ini juga berdekatan dengan penampilan mereka di event Keluarga Midwest #1 di Malang, yang menjadi salah satu ruang penting bagi skena midwest emo di Indonesia.
Momen ini terasa seperti perpanjangan dari lagu itu sendiri—dari ruang personal menuju ruang komunal, dari refleksi menjadi koneksi.
Pada akhirnya, “Unsafe Zone You Could Enter” bukan hanya tentang rasa takut atau keraguan. Ia tentang keberanian—untuk masuk ke ruang yang belum tentu aman, untuk merasakan hal yang belum tentu nyaman, dan untuk menerima bahwa pertumbuhan sering kali datang dari situ.
Dan mungkin, seperti yang ditawarkan lagu ini, kita semua pernah berdiri di depan pintu itu. Pertanyaannya tinggal satu: berani masuk atau tidak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar