CIANJUR, Negerimusik.com — Tidak semua lagu cerah lahir dari perasaan yang ringan. Terkadang, justru sebaliknya—ia datang dari fase paling penuh keraguan, ketika seseorang sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap bertahan.
Di titik itulah Treezz menulis “Smile”, sebuah lagu indie pop dengan nuansa terang yang menyimpan cerita personal di baliknya. Lagu ini membawa pesan sederhana namun relevan: mencoba tetap berpikir positif, bahkan saat keadaan terasa tidak berpihak.
Ditulis pada pertengahan 2024, “Smile” lahir dari periode yang tidak mudah. Treezz menghadapi tekanan, rasa tidak percaya diri, hingga momen ketika ia merasa diremehkan. Namun alih-alih tenggelam, ia justru mengubah fase tersebut menjadi pengingat—bahwa harapan, sekecil apa pun, tetap bisa menjadi langkah awal untuk terus berjalan.
“Smile adalah tentang belajar untuk percaya pada diri sendiri, bahkan ketika dunia membuatmu meragukan siapa dirimu.”
Secara musikal, “Smile” dibangun dari fondasi indie pop yang ringan dan mudah dicerna. Guitar hook di bagian pembuka langsung memberi identitas yang kuat—catchy, familiar, dan cepat melekat di telinga. Elemen ini terus muncul di sepanjang lagu, menciptakan benang merah yang menjaga energi tetap hidup.
Aransemen yang upbeat menjadi kontras yang menarik dengan isi liriknya. Di satu sisi, musiknya terasa mengangkat; di sisi lain, liriknya menyimpan cerita tentang keraguan dan ketakutan merasa tidak cukup baik. Perpaduan ini menciptakan keseimbangan antara kerentanan dan optimisme—membuat lagu ini terasa jujur tanpa kehilangan sisi hangatnya.
Proses awal “Smile” dikerjakan secara mandiri oleh Treezz, sebelum akhirnya dikembangkan lebih jauh bersama Teman Musikala. Kolaborasi ini membantu memperkuat aransemen serta memperjelas karakter sonik lagu, tanpa menghilangkan inti emosinya yang personal.
Hasil akhirnya adalah lagu yang terasa utuh—tidak berlebihan, tapi cukup untuk menyampaikan rasa.
“Aku percaya musik bisa menjadi salah satu sumber penyemangat terkuat saat kita sedang merasa down atau tidak percaya diri. Itulah kenapa aku membuat ‘Smile’.”
Perjalanannya di musik dimulai sejak masa SMA sekitar 2019, saat ia mulai bernyanyi dan belajar gitar sebagai medium ekspresi. Memasuki 2024, ia mulai lebih serius menulis lagu dan membangun identitas sebagai solo artist independen.
Sebagai multi-instrumentalist, Treezz berfokus pada vokal dan gitar, serta sesekali menggunakan piano dalam proses kreatifnya. Ia menulis seluruh liriknya sendiri, menjadikan pengalaman pribadi sebagai bahan utama dalam setiap karya.
Sebelumnya, ia juga sempat tampil sebagai featured artist dalam lagu “So Heavy” bersama JaeLeigh, sekaligus aktif tampil di berbagai gigs di Bandung—pengalaman yang perlahan membentuk kepercayaan dirinya sebagai performer.
Melalui lagu-lagunya yang banyak menggunakan bahasa Inggris, Treezz berupaya menjangkau pendengar yang lebih luas, baik di Indonesia maupun secara global. Namun lebih dari itu, ada tujuan yang terasa konsisten: menjadikan musik sebagai ruang aman bagi mereka yang sedang berjuang dengan rasa tidak percaya diri.
“Smile” menjadi contoh paling sederhana dari pendekatan itu. Ia tidak mencoba menjadi lagu yang besar atau dramatis, tapi hadir sebagai pengingat—bahwa bertumbuh tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kadang, cukup dengan satu keputusan kecil: tetap tersenyum hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar