JAKARTA, Negerimusik.com — Tidak semua rasa takut datang dari imajinasi. Ada yang tumbuh pelan, menetap, lalu terbawa hingga dewasa—bahkan ketika seseorang sudah berhasil keluar dari situasi yang dulu menyakitkan.
Di ruang itulah Kathleen Ivanka berbicara lewat single terbarunya, “Salah Kostum”, yang dirilis pada 24 April 2026. Lagu ini bukan sekadar rilisan baru, tetapi langkah lanjutan dalam perjalanan musikalnya setelah EP Episode 1: The Spotlight Effect, sekaligus pembuka menuju album debut bertajuk Episode 2: Sticky Situation yang akan hadir tahun ini.
Namun lebih dari itu, “Salah Kostum” terasa seperti pengakuan yang lama tertahan.
Di lagu ini, Kathleen mengangkat cerita yang sangat personal—tentang ketakutan yang ia alami sebagai perempuan yang tumbuh di lingkungan yang tidak aman. Dikelilingi oleh orang dewasa yang justru menjadi ancaman, ia dipaksa untuk memahami dunia lebih cepat dari seharusnya.
Bukan karena ingin, tapi karena harus.
Pengalaman itu membentuk jarak. Bukan hanya dengan masa lalu, tetapi juga dengan orang-orang seusianya. Ada perasaan tidak dimengerti, kesepian yang sulit dijelaskan, dan ketakutan yang tidak benar-benar hilang meski situasinya sudah berubah.
“Salah Kostum” menangkap semua itu tanpa berusaha memperhalusnya.
“Kami juga manusia seperti kalian. Kalau kalian tidak nyaman membahas topik ini, bagaimana dengan kami yang hidup dalam realita ini?”
Pernyataan itu terasa seperti inti dari lagu ini—bukan sekadar curhat, tapi ajakan untuk melihat realitas yang sering dihindari.
Menariknya, “Salah Kostum” tidak berhenti di masa lalu. Lagu ini juga berbicara tentang bagaimana rasa takut bisa terus tinggal, bahkan setelah seseorang berhasil keluar dari lingkungan yang membahayakan.
Ada trauma yang tidak langsung pergi. Ada ingatan yang terus muncul, pelan-pelan menumpuk, dan kadang datang tanpa peringatan.
Kathleen tidak mencoba memberikan resolusi. Ia hanya menyampaikan apa adanya—dan justru di situlah kekuatannya.
Secara produksi, Kathleen kembali bekerja sama dengan Luthfi Adianto (Cosmicburp), kolaborator yang sudah cukup sering terlibat dalam karya-karyanya. Pendekatan produksi di lagu ini terasa mendukung narasi yang dibawa—tidak berlebihan, memberi ruang bagi vokal dan cerita untuk tetap menjadi fokus utama.
Seluruh proses, dari penulisan hingga rekaman, dilakukan dengan pendekatan yang dekat dan personal. Mixing dan mastering ditangani oleh Levind Sutanto, sementara visual artwork digarap oleh Dio Ambiya.
Dirilis di bawah naungan HILLS, “Salah Kostum” terasa seperti bagian penting dari perjalanan artistik Kathleen yang semakin terbuka.
Sebagai musisi, Kathleen Ivanka tumbuh dengan mendengarkan nama-nama seperti Project Pop, Rossa, Chrisye, hingga Tompi—pengaruh yang membentuk fondasi musikalnya sejak kecil.
Namun di titik ini, ia tidak sekadar mengikuti jejak. Ia mulai membangun suara yang lebih personal—lebih berani, lebih jujur, dan lebih dekat dengan realitas yang ia alami sendiri.
“Salah Kostum” bukan lagu yang nyaman didengar dalam arti konvensional. Ia membawa topik yang sering dihindari, bahkan dianggap tabu. Tapi justru karena itu, lagu ini terasa penting.
Kathleen tidak hanya bercerita. Ia membuka ruang diskusi—tentang pengalaman perempuan, tentang rasa aman, dan tentang bagaimana masyarakat sering kali terlalu cepat menutup percakapan yang seharusnya didengar.
Pada akhirnya, “Salah Kostum” bukan hanya tentang masa lalu Kathleen. Ia tentang banyak suara lain yang mungkin belum sempat terdengar.
Dan mungkin, ini adalah salah satu cara untuk mulai mendengarkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar