MALANG, Negerimusik.com — Tidak semua lagu tentang kehilangan terdengar muram. Ada juga yang justru terasa hangat, seolah mencoba menemani, bukan sekadar menceritakan luka. Di titik itu, trio sophisti-pop asal Malang, One More Light, kembali hadir lewat single terbaru berjudul “Save My Heart”.
Dirilis pada 17 April 2026 di berbagai platform streaming digital, lagu ini membawa narasi tentang kehilangan, ketidakhadiran, dan kebutuhan akan seseorang untuk tetap bertahan di masa yang paling sulit. Bukan sekadar konsep, “Save My Heart” lahir dari pengalaman personal sang penulis lagu, Pradhita Wahyu Alfarezy atau yang akrab disapa Rezy.
Di tangan One More Light, cerita tersebut tidak diolah menjadi sesuatu yang berlebihan. Justru sebaliknya, ia disampaikan dengan pendekatan yang tenang, nyaris seperti percakapan batin yang tidak pernah benar-benar diucapkan keras-keras.
“Save My Heart” berdiri di ruang yang familiar bagi banyak orang: momen ketika seseorang merasa sendiri, bahkan saat dunia di sekitarnya tetap berjalan seperti biasa. Lagu ini tidak menawarkan jawaban, tetapi menghadirkan rasa—tentang bagaimana kehilangan bisa terasa sunyi, dan bagaimana kehadiran orang lain, sekecil apa pun, bisa menjadi penopang.
Vokal dari Nindi Cahya Sahputra atau Cahya membawa emosi itu dengan pendekatan yang lembut dan tidak berlebihan. Tidak ada dorongan untuk terdengar dramatis, justru di situlah kekuatannya. Ia terasa dekat, seperti suara yang memang seharusnya ada di lagu ini.
Secara musikal, “Save My Heart” tetap mempertahankan karakter sophisti-pop yang menjadi identitas mereka—rapi, hangat, dan penuh detail. Aransemen gitar diisi oleh Randa Kresna Putra Pangestu dan Rezy, menciptakan lapisan sound yang tidak berisik namun tetap kaya.
Proses produksinya sendiri terasa kolektif. Bersama Decky Anugrah, seluruh personel turut terlibat sebagai produser, menjaga agar arah lagu tetap sesuai dengan visi mereka. Rekaman dilakukan di Paraduta Record, sementara tahap mixing dan mastering ditangani oleh Rama Satria Mahriadi.
Menariknya, sisi visual juga tetap berada dalam lingkar internal, dengan artwork yang dikerjakan langsung oleh Cahya—membuat keseluruhan proyek ini terasa utuh, dari suara hingga visual.
Setelah perilisan “Save My Heart”, One More Light tidak berhenti di distribusi digital. Mereka menyiapkan rangkaian Road To Showcase dan hearing session, sebuah langkah yang terasa konsisten dengan karakter musik mereka yang intim.
Bukan sekadar tampil, agenda ini dirancang sebagai ruang pertemuan. Tempat di mana lagu tidak hanya didengar, tetapi juga dibicarakan. Tempat di mana pendengar bisa memahami cerita di baliknya, dan musisi bisa melihat bagaimana lagunya hidup di orang lain.
Pada akhirnya, “Save My Heart” tidak mencoba menjadi lagu yang besar atau dramatis. Ia lebih memilih menjadi sesuatu yang sederhana, tapi tepat—seperti teman yang datang di waktu yang pas, tanpa banyak kata.
Dan mungkin, di situlah kekuatannya. Karena tidak semua orang butuh jawaban. Kadang, yang dibutuhkan hanya sesuatu yang bisa menemani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar