Jakarta — Band experimental surf asal Jakarta, Youth Things, kembali merilis single terbaru berjudul “Shut Me Down”. Lagu ini hadir sebagai luapan energi sekaligus perlawanan terbuka terhadap tekanan, stigma, dan upaya membungkam suara diri—baik yang datang dari lingkungan sosial maupun dari hubungan personal yang toksik.
Berbeda dari rilisan-rilisan sebelumnya, “Shut Me Down” terdengar jauh lebih agresif dan lantang. Youth Things mengemas kemarahan, kejenuhan, dan keberanian dalam satu trek yang menyoroti pengalaman diremehkan, dilabeli, hingga ditekan secara terus-menerus. Termasuk di dalamnya relasi asmara yang timpang, di mana pasangan bersikap dominan, manipulatif, dan berusaha mengontrol cara berpikir serta identitas seseorang.
Melalui lirik berbahasa Inggris yang lugas, repetitif, dan straight to the point, “Shut Me Down” menyuarakan rasa muak terhadap ejekan, penghakiman, serta asumsi sepihak. Lagu ini dibuka dengan pertanyaan sarkastik, “Are you joking, baby? ‘cause you think that I’m insane!”—sebuah respons frontal terhadap praktik gaslighting, ketika seseorang dibuat merasa salah, berlebihan, atau bahkan “gila” hanya karena berani mempertanyakan kontrol yang menekannya.
Narasi lagu ini juga menggambarkan situasi “kita vs mereka” lewat potongan lirik:
(Now don’t you know?) we’re the ones that bind
(Tell me something I don’t know), they’re the ones who blind.
Di sini, Youth Things menyoroti ironi kekuasaan dan kontrol: siapa yang sebenarnya mengikat, dan siapa yang justru membutakan. Baik dalam lingkup sosial maupun relasi intim, tekanan kerap dibungkus atas nama kepedulian, cinta, atau “yang terbaik”, padahal perlahan mematikan kebebasan dan suara individu.
Secara musikal, “Shut Me Down” bergerak dengan distorsi gitar yang lebih garang, tempo garage yang menghentak, serta vokal penuh sikap. Energi mentah dan agresif ini mempertegas pesan perlawanan yang ingin disampaikan.
“Lagu ini soal ditertawakan, diremehkan, dan dianggap gila—baik oleh lingkungan maupun pasangan sendiri,” ujar salah satu personel Youth Things. “Tapi justru dari situ kita sadar kalau suara kita nggak bisa dimatikan. Ini bukan lagu buat minta dimengerti, tapi lagu buat berdiri dan jalan terus.”
Single “Shut Me Down” kini sudah tersedia dan dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. Akses di sini
Bagikan lagu ini ke teman-teman yang muak dengan omongan orang, lelah dilabeli, atau pernah terjebak dalam hubungan yang menekan. Karena dalam bentuk apa pun, tekanan yang membungkam selalu pantas untuk dilawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar