BankE Rilis EP Perdana “Bankemlinti”, Catatan Hidup Lewat Rap dan Graffiti - negerimusik.com

Breaking

24/01/2026

BankE Rilis EP Perdana “Bankemlinti”, Catatan Hidup Lewat Rap dan Graffiti

 



Rapper sekaligus graffiti writer asal Indonesia, BankE, resmi melepas EP perdananya bertajuk “Bankemlinti”. Rilisan ini menjadi penanda penting dalam perjalanan musikal BankE—bukan sekadar debut, tapi juga dokumentasi personal atas proses hidup, pertumbuhan, dan rutinitas yang ia jalani sehari-hari.

Lewat “Bankemlinti”, BankE merangkum realitas hidupnya sebagai pekerja tetap, kepala keluarga, sekaligus seniman yang terus berjuang di banyak medan. EP ini terasa seperti arsip suara: jujur, apa adanya, dan berangkat dari keseharian yang akrab dengan hustle tanpa henti.

EP ini memuat empat lagu: “Ki Aku”, “Foromah”, “30 Lit Kemlinti”, dan “Cah Graffiti”. Keempatnya saling terhubung sebagai narasi tentang konsistensi, kesadaran diri, serta upaya bertahan di tengah tuntutan hidup yang terus bergerak.

Lagu “Foromah” merekam potret keseharian BankE sebagai pekerja yang masih harus mencari penghasilan tambahan demi kehidupan yang lebih layak bagi diri dan keluarganya. Lelah, tekanan, dan tuntutan hidup justru diolah menjadi bahan bakar kreatif—dibingkai sebagai bukti bahwa proses hidup, seberat apa pun, pantas untuk didokumentasikan.

Sementara “30 Lit Kemlinti” menjadi refleksi fase kedewasaan di usia 30 tahun. Lagu ini berbicara tentang menjaga energi, melawan kemalasan, dan tetap lincah secara mental maupun kreatif. Bagi BankE, berkarya tanpa tunduk pada jalur aman adalah bentuk rasa syukur sekaligus komitmen untuk terus konsisten pada jalan yang ia pilih.

Di “Ki Aku”, BankE menegaskan sikap percaya pada proses sendiri, tanpa perlu membandingkan diri dengan orang lain. Rap dan graffiti hadir sebagai ruang terapi—perisai mental untuk menjaga kewarasan di tengah dunia yang kian absurd dan sering kali sulit dicerna logika.

Relasi panjang BankE dengan graffiti dituangkan secara utuh dalam “Cah Graffiti”. Medium yang kerap dipandang sebelah mata, dianggap vandal atau kotor, justru menjadi ruang belajar paling penting dalam hidupnya. Dari graffiti, BankE menemukan pertemanan, ikatan skena, pertukaran gagasan, hingga jejak pergerakan yang membentuk karakter. Graffiti bukan sekadar visual di dinding, melainkan rumah, benteng, dan keluarga.

Melalui “Bankemlinti”, BankE berharap EP ini bisa menjadi arsip atas memori, struggle, dan hustle yang telah ia lewati. Sebuah pengingat bahwa perjalanan hidup—sekeras apa pun—selalu layak dirayakan dan dipelajari.

Sebagaimana keyakinan yang terus ia pegang hingga hari ini:
“Graffiti and Rap are the best teacher in life.”BankE, 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Negerimusik