Lagu Kontroversial, Tanda Seru Gandeng Roy Jeconiah Rilis Ulang “Panitia Akhirat” - negerimusik.com

Breaking

22/01/2026

Lagu Kontroversial, Tanda Seru Gandeng Roy Jeconiah Rilis Ulang “Panitia Akhirat”

 

Tanda Seru kembali memantik perhatian publik. Band grunge asal Yogyakarta ini resmi merilis ulang lagu kontroversial mereka, Panitia Akhirat, kali ini dalam versi kolaborasi bersama rocker legendaris Indonesia Roy Jeconiah (ex Boomerang). Rilisan yang dilepas pada 22 Januari 2026 ini menjadi pertemuan lintas generasi yang berangkat dari panggung, tumbuh secara organik, dan berujung pada karya yang merefleksikan kegelisahan zaman.

Perjalanan Tanda Seru—yang digawangi Yunan Helmi (vokal/bass), Eunika “Leca” Theresia Siahaan (drum), dan Evanny Noei Rana (gitar)—menuju titik ini tidak datang secara instan. Nama mereka mulai disorot publik setelah Yunan Helmi secara terbuka melontarkan kritik kepada Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, dalam sebuah forum publik. Pernyataan tersebut viral di media sosial dan menjadi pintu masuk perhatian luas terhadap sosok Yunan dan band Tanda Seru.

Momentum itu berlanjut lewat perilisan “Panitia Akhirat”, lagu yang secara frontal mengkritik praktik moralitas palsu, penghakiman sepihak, serta penggunaan agama sebagai alat menakut-nakuti dan mengontrol manusia. Sejak pertama kali dirilis, lagu ini menuai pro dan kontra, penolakan, hingga pesan-pesan intimidatif. Namun alih-alih meredam langkah, kontroversi tersebut justru memperkuat posisi Tanda Seru sebagai band yang konsisten menyuarakan kegelisahan sosial tanpa kompromi.

Sebagai band grunge pendatang baru, pencapaian Tanda Seru terbilang signifikan. Trafik konten mereka di media sosial sempat menembus lebih dari 100 juta tayangan, disusul dengan jadwal panggung yang semakin padat di berbagai kota. Antusiasme tersebut menegaskan bahwa Tanda Seru bukan sekadar fenomena viral sesaat, melainkan band dengan basis audiens yang nyata.

Kolaborasi dengan Roy Jeconiah bermula dari sebuah pertunjukan bersama di Magelang, kemudian berlanjut ke panggung kolaboratif di Yogyakarta. Dari interaksi panggung itulah muncul gagasan untuk membawa kerja sama ini ke ranah rekaman. Tiga lagu sempat dipertimbangkan—“Perang”, “Negeri Para Begundal”, dan “Panitia Akhirat”—sebelum akhirnya diputuskan bahwa “Panitia Akhirat” adalah lagu yang paling merepresentasikan kegelisahan lintas generasi.


“Dari tiga lagu yang kami pertimbangkan, ‘Panitia Akhirat’ paling mewakili kegelisahan bersama lintas generasi,” ujar Yunan Helmi.

 

Bagi Yunan, kolaborasi ini memiliki makna personal sekaligus artistik. Karya-karya Roy Jeconiah menjadi salah satu referensi awal yang membentuk perjalanan bermusiknya. Pertemuan ini terasa seperti dialog dua generasi yang disatukan oleh keresahan yang sama, meski lahir di waktu berbeda.

Secara musikal, versi kolaborasi “Panitia Akhirat” hadir dengan aransemen yang lebih padat, agresif, dan emosional tanpa kehilangan roh aslinya. Distorsi gitar yang kotor, atmosfer gelap, serta dinamika vokal yang kontras mempertegas identitas grunge Tanda Seru, sekaligus membuka ruang dialog musikal dengan karakter vokal khas Roy Jeconiah.

Kolaborasi ini tidak berhenti pada satu rilisan. Tanda Seru dan Roy Jeconiah telah merencanakan kelanjutan kerja sama dalam format pertunjukan bertajuk Tour Jiwa Zaman, sebuah tur lintas generasi yang merepresentasikan kegelisahan, semangat, dan denyut sosial dari masa ke masa.

Melalui “Panitia Akhirat”, musik kembali ditempatkan sebagai ruang refleksi—bukan sekadar provokasi—dan sebagai medium keberanian untuk bersuara secara jujur dan bertanggung jawab.

Single “Panitia Akhirat” (Tanda Seru x Roy Jeconiah) kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar