The Raws Rilis Video Musik Animasi “Terkapar Di Usia Belasan” - negerimusik.com

Breaking

24/01/2026

The Raws Rilis Video Musik Animasi “Terkapar Di Usia Belasan”

 



Jakarta, Januari 2026 – Setelah memperkenalkan formasi barunya sepanjang 2025, The Raws menutup tahun tersebut dengan merilis single ketiga bertajuk “Terkapar Di Usia Belasan” pada 19 November 2025. Rilisan ini melanjutkan dua single sebelumnya, “Dansa Porak Poranda” (27 Januari 2025) dan “M.P.F.A” (24 Juli 2025), yang menjadi penanda fase baru perjalanan band ini.


“Terkapar Di Usia Belasan” tidak hanya dilepas dalam format audio, tetapi juga hadir dalam video musik animasi yang telah tayang sejak 21 Januari 2026 melalui kanal YouTube The Raws dan Toxic Noise Records. Video ini digarap oleh Aawans, dengan pendampingan Ianwalf, ilustrator yang sebelumnya juga mengerjakan artwork kover “Dansa Porak Poranda”. Pendekatan animasi dipilih sebagai medium untuk menerjemahkan narasi lagu yang berat tanpa harus terjebak pada representasi visual yang literal.


“Kolaborasi ini terjadi spontan saat Aawans magang di production house tempat gue dulu bekerja. Waktu proses penggarapan musik, kita sempat ngobrol, dan ternyata dia sedang mengerjakan proyek animasi. Tema dan ceritanya kebetulan klop,” ujar Jaws dalam keterangan pers.


Secara tematik, “Terkapar Di Usia Belasan” berbicara tentang kehancuran yang berakar dari rumah, ruang yang semestinya menjadi tempat pulang, namun justru melahirkan keterasingan. Baris pembuka seperti “Sebab dari kehancuran / Kehidupan dirumah” langsung menempatkan konflik utama pada relasi personal yang rapuh. Narasi kemudian bergerak ke kondisi mental remaja yang terombang-ambing, tergambar melalui frasa “Tanpa arah, tak terkontrol / Melakukan sesuatu hal yang diluar nalar.”


Lagu ini juga secara terbuka menyinggung realitas zat adiktif, depresi, dan kecenderungan destruktif sebagai bentuk pelarian ketika rumah gagal menyediakan rasa aman. Baris “Terisolasi society yang normatif / Meloloskan diri dari lingkaran yang toxic” memperlihatkan benturan antara individu dan norma sosial yang tidak selalu memberi ruang empati. Refrain lagu menegaskan kondisi tersebut: pencarian pengakuan yang tak pernah ditemukan di rumah, hingga akhirnya terjebak pada posisi “selalu disalahkan”. Judul “Terkapar Di Usia Belasan” menjadi simpulan atas kondisi tumbang di fase hidup yang seharusnya menjadi awal pencarian jati diri.


Narasi tersebut diterjemahkan ke dalam visual animasi dengan suasana yang muram dan terfragmentasi. Karakter utama digambarkan berada dalam ruang-ruang sempit dan tidak stabil, berlari, merepresentasikan kondisi rumah yang tidak memberi rasa aman. Elemen visual seperti distorsi, perubahan skala objek, serta kontras warna yang keras digunakan untuk menandai fase-fase pelarian dan konflik batin.


Alih-alih menampilkan adegan realistis, video ini memilih simbol-simbol visual untuk menggambarkan pengaruh zat adiktif, depresi, dan kecenderungan destruktif sebagai kondisi psikologis, bukan peristiwa literal. Pendekatan ini menjaga pesan lagu tetap terasa berat tanpa harus menjadi ilustrasi yang eksplisit. Pada bagian akhir, visual bergerak menuju keadaan stagnan, karakter yang terhenti dan terjatuh, sebagai penegasan makna judul lagu.


Melalui video musik animasi ini, The Raws tidak sekadar menambahkan lapisan visual pada lagunya, tetapi membangun medium penceritaan yang berdiri sendiri. “Terkapar Di Usia Belasan” menjadi penutup rangkaian single 2025 yang tidak hanya merekam perubahan formasi, tetapi juga menegaskan konsistensi The Raws dalam mengolah isu personal dan sosial, baik melalui musik maupun visual.


“Terkapar Di Usia Belasan” dapat didengarkan disini


Tentang The Raws 

THE RAWS The Raws adalah band pogo punk asal Jakarta Timur yang terbentuk pada 1998, bermula dengan nama Contradict sebelum berganti menjadi The Raws setahun kemudian. Periode 2000–2006 menjadi fase penting dalam perjalanan The Raws, ditandai dengan delapan rilisan fisik, termasuk album kompilasi “Still One Still Proud Vol. 3” (2000), “A Tribute To Ramones” (2004), dan “Total Fuckin’ Pogo” (2005).




Setelah merilis mini album “Contra Reality” EP (2003) dan album penuh “Here Come The Suburban Rockers, The Spirit Is Far From Over” (2006), Setelah periode tersebut, The Raws hampir tidak lagi merilis album fisik, meskipun beberapa single muncul di media sosial, seperti “Taklukkan Djakarta” (2012), “Lingkaran Setan Rutinitas” (2017), dan “Enter Black Hole” (2017) 


Setelah 15 tahun absen dari rilisan album penuh, pada 21 Maret 2021, The Raws kembali merilis album penuh bertajuk “Transisi” melalui Toxic Noise Records dalam format kaset. Memasuki 2025, band yang mengklaim diri sebagai Megapollutant Jakarta Pogo Punk Squadron ini memperkenalkan formasi baru dan merilis tiga single: “Dansa Porak Poranda”, “M.P.F.A”, dan “Terkapar Di Usia Belasan” sebagai penanda fase baru perjalanan mereka.

The Raws: Swaj – Guitar/Vocals, Crocodille – Lead Vocals, Xnag – Bass, Amarahza – Drums, BenxBlood - Rhytm Guitar


Produser Eksekutif: Awanss, Aseng

Produser: Awannss

Penulis lagu: Agus Priyanto, The Raws

Penulis Lirik: Agus Priyanto 

Direkam, Mixing dan Mastering di : Benji Studio

Oleh: Pemil Kabatullah

Sampul YouTube: Awanss

Video: Awanss

Gambar sampul: Bay Art 13

Desain grafis: Agus Priyanto
Foto band: Sinyo Sadewa Panca Soetrisno


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Negerimusik