Band Alternative-Pop asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, The Soegenk, resmi membuka babak baru dalam perjalanan bermusik mereka lewat perilisan single kelima bertajuk “Kau Ada”, yang dijadwalkan rilis pada 9 Januari 2026. Di lagu ini, The Soegenk mengajak Sani Mochamad, vokalis Good Morning Everyone (GME), untuk berkolaborasi, menghadirkan warna baru yang terasa lebih segar dan berani berbeda dari rilisan sebelumnya.
Setelah merilis “REHAT” pada Januari 2025 dengan pendekatan akustik yang intim, “Kau Ada” hadir dengan nuansa yang lebih berwarna. Perpaduan karakter vokal khas Sani Mochamad dengan aransemen The Soegenk menciptakan atmosfer pop alternatif yang catchy, ringan, dan mudah melekat sejak dengar pertama. Liriknya sederhana namun terasa dekat, mengalir natural tanpa perlu banyak gimmick.
Menurut Reza Rasenda, drummer sekaligus penulis lagu ini, “Kau Ada” sebenarnya sudah ditulis sejak 2014, tepat di pertengahan masa kuliahnya. Inspirasi utamanya datang dari semangat power pop era 2010-an, yang kemudian diperkaya dengan ketertarikannya pada warna electronic pop masa kini. Proses pendewasaan lagu inilah yang membuat “Kau Ada” terdengar relevan meski lahir dari ide lama.
Sementara itu, Andi Raja (keyboardis) menjelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang rasa ingin terus bertemu dengan orang terdekat—entah pasangan atau teman—meski hanya untuk berbagi obrolan ringan. Hal-hal sederhana semacam itu justru menjadi momen penting yang sering memberi makna besar dalam hidup. Dari sisi produksi, musik “Kau Ada” digarap oleh The Soegenk dengan bantuan Erwin Hadinata sebagai sound engineer.
Konsisten berkarya dengan tetap jujur pada emosi yang mereka rasakan, The Soegenk kembali menunjukkan identitasnya lewat “Kau Ada”. Sebuah lagu yang sederhana, hangat, dan terasa personal—alasan mengapa karya-karya mereka selalu mudah terhubung dengan pendengar.
The Soegenk sendiri beranggotakan Goklas (vokal), Raja (synth/vokal), Nando (bass), Fauzan (gitar), dan Reza (drum). Nama “Soegenk” diambil dari nama seorang teman masa kecil para personelnya yang dikenal periang dan sederhana. Selain itu, kata “Sugeng” dalam bahasa Jawa juga bermakna hidup dan selamat, sebuah filosofi yang secara tak langsung melekat pada perjalanan band ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar