verenathania Jadikan Ghosting sebagai Luka yang Personal di “What Are We Now?” - negerimusik.com

Breaking

26/05/2026

verenathania Jadikan Ghosting sebagai Luka yang Personal di “What Are We Now?”

 

verenathania Jadikan Ghosting sebagai Luka yang Personal di “What Are We Now?”


Di era ketika hubungan bisa dimulai dari notifikasi dan berakhir tanpa penjelasan, banyak orang akrab dengan satu rasa yang sama: ditinggalkan tanpa closure. Perasaan itulah yang coba diterjemahkan oleh solois muda asal Surabaya, verenathania lewat single terbarunya, “What Are We Now?”.

Dirilis pada 19 Mei 2026, lagu ini menjadi rilisan kedua verenathania tahun ini setelah “Closer”, single bernuansa city pop yang sebelumnya ia bawakan bersama Dirga Tertadana. Namun dibanding karya sebelumnya yang terasa lebih hangat dan dreamy, “What Are We Now?” bergerak ke arah yang lebih rapuh dan emosional.

Lagu ini lahir dari pengalaman personal yang sederhana, tetapi terasa sangat dekat dengan realitas banyak orang hari ini: hubungan yang awalnya berjalan intens, lalu tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa penjelasan. Dari situ, verenathania menulis lagu yang dipenuhi pertanyaan, kebingungan, dan rasa kehilangan yang menggantung.

Alih-alih membungkus emosinya dengan metafora berlebihan, verenathania memilih pendekatan yang lugas. Lirik seperti:

“Hurt me with the truth
Hate me if it’s true
Why do I still stay right here?”


menjadi titik paling kuat dalam lagu ini. Ada rasa lowkey screaming di balik kalimat-kalimat tersebut—emosi yang tidak benar-benar meledak, tetapi justru terasa lebih menyakitkan karena dipendam sendirian.

Secara musikal, “What Are We Now?” bergerak di wilayah pop melankolis dengan nuansa dreamy yang samar dan sendu. Atmosfernya terasa blurry, seolah sengaja dibuat untuk menggambarkan mixed feelings seseorang yang sedang mencoba memahami kenapa hubungan yang terlihat baik-baik saja bisa berakhir tanpa jawaban.

Menariknya, lagu ini juga lahir dari proses yang cukup organik. Di tengah kesibukannya sebagai pegawai kantoran, verenathania menyelesaikan seluruh proses produksi hanya dalam waktu tiga bulan. Vokal direkam di Surabaya, sementara tahap produksi hingga mastering diselesaikan di Malang bersama Oddi Satya Purnama, Bogi Prananda Satyagama, dan Hanafi Madu Wanandi. Jarak tidak membuat lagu ini terasa dingin—justru ada kesan intim yang membuat emosinya terdengar lebih nyata.


verenathania Jadikan Ghosting sebagai Luka yang Personal di “What Are We Now?”


Di tengah banyaknya lagu patah hati yang mencoba terdengar megah, “What Are We Now?” justru bekerja lewat kesederhanaannya. Lagu ini tidak terdengar dramatis, melainkan seperti isi kepala seseorang yang sedang duduk sendirian sambil mengulang percakapan lama di pikirannya sendiri.

Lewat rilisan ini, verenathania tidak hanya membuat lagu tentang ghosting. Ia menangkap rasa bingung, kecewa, dan kosong yang sering muncul setelah seseorang pergi tanpa penjelasan—perasaan yang mungkin terlalu personal untuk diucapkan langsung, tetapi terlalu familiar untuk diabaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Iklan Negerimusik