
Pragu Rilis “Inside of Me”
Band dream pop/indie asal Tembilahan, Riau, Pragu resmi merilis debut single mereka yang berjudul “Inside of Me” pada 21 Mei 2026. Lagu ini lahir dari pengalaman personal para personelnya tentang gejolak batin, rasa lelah, dan keinginan untuk berhenti sejenak dari kehidupan yang berjalan terlalu cepat.
Melalui “Inside of Me”, Pragu menuangkan pengalaman sakit dan perasaan depresif ke dalam lirik yang sederhana namun terasa intim. Salah satu penggalan liriknya, “Rest my head it’s spinning around i spent alone most of the time”, diangkat dari pengalaman salah satu personel mereka yang kerap terjebak dalam kesendirian.
Nuansa yang dihadirkan dalam lagu ini terasa ringan dan hangat, dengan pendekatan lirik yang to the point namun tetap menyimpan lapisan emosional. Bagi Pragu, “Inside of Me” menjadi ruang untuk melepaskan perdebatan batin yang selama ini terus berputar di dalam kepala.
Kesadaran bahwa hidup terus bergerak dan berubah dengan cepat membuat mereka ingin menghadirkan lagu yang bisa menjadi pengingat untuk mengambil jeda sejenak—melepaskan beban, menenangkan diri, sekaligus mencoba menerima berbagai hal yang perlahan hilang dalam hidup.
Pragu juga menuliskan bagaimana pengalaman masa lalu, pergolakan batin di masa kini, hingga keraguan terhadap masa depan pada akhirnya mungkin tidak akan benar-benar dipedulikan siapa pun ketika kehidupan selesai.
Dari sisi produksi, “Inside of Me” hadir lewat pendekatan yang cukup unik. Lagu ini diproduksi menggunakan tablet dengan Jimmy yang turut menangani proses produksinya.
Proyek Pragu sendiri bermula dari kebiasaan para personelnya yang rutin melakukan sesi jamming bersama dalam beberapa tahun terakhir. Dari situ, mereka mulai merasa cukup yakin untuk membangun sebuah band dan menciptakan karya sendiri.
Demo awal lagu ditulis oleh Muhammad Andrean, lalu dikembangkan bersama Jimmy, Ical, dan Wahyudi Rahim.
Meski berangkat dari akar dream pop, warna musik Pragu tidak sepenuhnya berhenti di sana. Mereka juga memasukkan sentuhan emosional, alternative rock, hingga shoegaze dalam materi-materi yang tengah mereka siapkan untuk album mendatang. Pengaruh musik mereka datang dari nama-nama seperti Turnover, Title Fight, Kinoko Teikoku, DIIV, Slowdive, hingga Cocteau Twins.
Ke depan, Pragu menargetkan untuk menyelesaikan album perdana mereka pada akhir 2026, sekaligus terus menjadikan musik sebagai medium untuk melepaskan berbagai perasaan yang selama ini terpendam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar