 |
| Gabriëlle Rilis “Animals”, EP Debut yang Menyalurkan Kemarahan dan Keresahan Global |
Di usia 21 tahun, saat banyak musisi masih mencari bentuk dan identitas musikalnya, Gabriëlle justru memilih jalur yang lebih konfrontatif. Lewat EP debut bertajuk Animals, yang dirilis melalui Repertoart Records, Gabriëlle meninggalkan pendekatan clean vocal yang sebelumnya ia tampilkan dalam single “Falling For An End” dan beralih ke sesuatu yang lebih kasar, keras, sekaligus jujur melalui scream vocal yang penuh ledakan emosi.
Perubahan arah musikal ini bukan langkah tanpa risiko. Gabriëlle baru mengenal musik metal sekitar empat tahun lalu, sementara teknik extreme vocal baru ia pelajari dalam dua tahun terakhir. Namun dalam Animals, keterbatasan pengalaman itu justru terasa menjadi energi utama yang mendorongnya untuk tidak bermain aman.
EP ini membawa Gabriëlle masuk ke spektrum modern metal dengan pengaruh hardcore yang agresif, sekaligus memperlihatkan keberaniannya dalam membangun identitas musikal yang tegas sejak rilisan perdana.
Di balik agresinya, Animals dibangun di atas konsep yang cukup kuat. Empat lagu di dalamnya merepresentasikan empat hewan—babi, anjing, domba, dan tikus—yang digunakan sebagai metafora untuk membedah isu geopolitik dan dinamika kekuasaan global. Mulai dari siklus kekuasaan yang korup, ketaatan buta terhadap otoritas, hingga sistem kapitalisme yang memaksa manusia bekerja tanpa henti demi keuntungan, EP ini menjadi respons personal Gabriëlle terhadap kondisi dunia hari ini.
“Aku nggak nulis ini buat semua orang,” ujar Gabriëlle. “Kalau orang nggak suka, ya nggak apa-apa. Tapi kalau mereka relate, kalau mereka ngerasa ini ngomongin sesuatu yang nyata, itu udah cukup. Ini caraku buat ‘speak up’, karena aku sendiri nggak terlalu nyaman ngomong langsung di depan kamera atau di sosial media.”
Seluruh materi dalam Animals ditulis langsung oleh Gabriëlle, atau Gabrielle Maryse Antoinette den Hertog, dengan proses produksi dikerjakan bersama Sambung Penumbra. EP ini dijadwalkan tersedia di seluruh digital streaming platform mulai 22 Mei 2026.
Selain perilisan EP, wawancara penuh antara Ghulam Tufail dan Gabriëlle juga telah tersedia melalui YouTube.
Gabriëlle adalah solois metal berusia 21 tahun yang berbasis di Yogyakarta. Meski baru mengenal musik metal dalam empat tahun terakhir dan mempelajari teknik extreme vocal selama dua tahun, ia telah mengembangkan pendekatan musikal yang agresif dan eksploratif.
Menggabungkan elemen modern metal dengan pengaruh hardcore, Gabriëlle menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan keresahan terhadap isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan kekuasaan, hukum, dan dinamika sosial.
“Carved in Mud”
“Heel”
“Kill Their Static”
“Anthropophagous”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar