Loenar Van Hail Lepas Video Musik “Blood N Tears”, Respons Keras atas Tragedi Kemanusiaan di Palestina - negerimusik.com

Breaking

17/05/2026

Loenar Van Hail Lepas Video Musik “Blood N Tears”, Respons Keras atas Tragedi Kemanusiaan di Palestina

 

Loenar Van Hail Lepas Video Musik “Blood N Tears”, Respons Keras atas Tragedi Kemanusiaan di Palestina

Kuartet rock asal Bandung, Loenar Van Hail resmi merilis video musik terbaru mereka untuk single “Blood N Tears” pada Sabtu, 15 Mei 2026, melalui kanal YouTube resmi band. Perilisan ini menjadi bagian dari perjalanan menuju debut album mereka, Jurnal Hitam, yang dijadwalkan meluncur pertengahan tahun ini.

Diisi oleh Imansyah Hidayat (vokal, synthesizer), Indra Rusmana Putra (lead gitar), M. Alfi Rusmana (gitar), dan Fayyadh Adha Bestari (bass), Løenar Van Hail membawa “Blood N Tears” ke ranah visual yang lebih nyata dan politis lewat kolaborasi bersama sutradara muda Faisal F. Ramdhani.



Video musik berdurasi hampir empat menit tersebut menjadi respons langsung terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina. Visualnya menampilkan rangkaian footage penghancuran Palestina oleh zionis hingga dokumentasi aksi bersama berbagai komunitas peduli Palestina-Iran dalam kegiatan Bandung Protest – Solidaritas Seni Untuk Palestina – Global Day of Action: “Asia Afrika Berkabung, Dunia Tanpa Zionisme Kolonialisme” yang berlangsung pada 18 April 2026.

Seniman pantomim Wanggi Hoed turut hadir dalam video ini dengan interpretasi sinematik yang merepresentasikan luka dan kemarahan atas kejahatan kemanusiaan yang terus berulang. Bandung dipilih bukan semata sebagai latar kota, melainkan ruang ingatan—menghubungkan kembali sejarah Konferensi Asia Afrika 1955 dengan semangat solidaritas terhadap Palestina hari ini.



Melalui gerak tubuh yang getir, Wanggi membenturkan memori sejarah dengan tragedi kontemporer, menghadirkan kembali ingatan tentang posisi Indonesia yang pernah berdiri di garis depan melawan kolonialisme.

Faisal F. Ramdhani menyebut karya ini sebagai fragmen visual dari kolaborasi kolektif yang menolak untuk diam.

“Narasi visual ini menjadi pengingat bahwa suara dari Bandung adalah napas bagi kedaulatan rakyat di Palestina, Lebanon, Iran, dan bangsa-bangsa yang hingga kini masih terbelenggu penjajahan,” kata Isal, sapaan akrabnya.


Perilisan video musik ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Nakba setiap 15 Mei, yang menandai pengusiran massal lebih dari 750.000 warga Palestina pada perang 1948. Tahun 2026 menjadi peringatan ke-78 dari peristiwa tersebut.

Imansyah Hidayat menegaskan bahwa “Blood N Tears” tidak hanya hadir sebagai karya musik, tetapi juga medium penyadaran dan perlawanan.

“Hari Nakba bukan hanya hari berkabung. Nakba adalah simbol bahwa penderitaan rakyat Palestina terus berlanjut hingga hari ini. Kita semua harus mengonstruksi kegetiran ini menjadi pemantik rasa kemanusiaan. Jarak bukan benteng besar yang menghalangi kita untuk terus peduli akan perjuangan rakyat Palestina. Simbol-simbol visual dan bebunyian ini adalah ejawantah pesan perlawanan serta bentuk penyadaran—mesin waktu yang tak akan pernah usang sampai Palestina menjadi negara yang berdaulat dan merdeka. FUCK ZIONIST!,” ujar Imansyah Hidayat.


Video musik ini turut melibatkan sejumlah kolaborator lintas disiplin seperti Raws Syndicate, Solidaritas Seni untuk Palestina, Bandung Students of Justice in Palestine, Mujahidah Pembela Palestina, Mujahidah Sahabat Palestina, KNRP Jabar, dan Smart 171.



Secara musikal, “Blood N Tears” menghadirkan ledakan energi rock dengan pengaruh sonik era 1970 hingga 1990-an. Karakter musiknya dipenuhi vokal melengking, riff gitar tajam dan kotor, permainan bass agresif, serta gebukan drum dinamis yang dipadukan dengan elemen synthesizer bernuansa galaktik.

Proses produksinya dikerjakan di The Old Ghost House, Bandung, bersama produser muda Al Azthra Verdijantoro yang juga menangani mixing, mastering, hingga artwork sampul.

“Blood N Tears” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Iklan Negerimusik