BLINGOUTKID Tuangkan Luka Pengkhianatan ke Dalam Anthem Dancefloor Lewat “Lonely” - negerimusik.com

Breaking

21/05/2026

BLINGOUTKID Tuangkan Luka Pengkhianatan ke Dalam Anthem Dancefloor Lewat “Lonely”

 

BLINGOUTKID Tuangkan Luka Pengkhianatan ke Dalam Anthem Dancefloor Lewat “Lonely”

Ada jenis kesepian yang tidak datang secara terang-terangan. Ia bersembunyi di balik gemerlap malam, keramaian, dan kebisingan yang sengaja dicari demi berhenti berpikir sejenak. Perasaan itulah yang menjadi inti dari “Lonely”, single terbaru dari BLINGOUTKID yang resmi dirilis pada 9 Mei 2026.

Dibalut produksi disco dan soul bernuansa era 60–70-an yang groovy dan ringan, “Lonely” justru menyimpan cerita yang jauh dari kata ringan. Lagu ini berbicara tentang rasa sakit saat terus memberi perhatian kepada seseorang yang tidak pernah benar-benar yakin untuk bertahan.

Seseorang yang datang dan pergi sesuka hati—cukup hadir untuk membuat seseorang bertahan, namun tidak pernah cukup jelas untuk disebut hubungan.



Luka itu menjadi semakin dalam ketika akhirnya terungkap bahwa sosok tersebut ternyata sudah memiliki pasangan sejak awal.

Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, BLINGOUTKID memilih pelarian lain: keluar rumah, menghadiri pesta, dan menenggelamkan diri dalam keramaian untuk mengisi kekosongan yang ada.

Menariknya, “Lonely” tidak membiarkan kesedihan itu sepenuhnya diam. Groove tetap bergerak, melodi terus mengalun naik, sementara rasa sepi tetap tinggal di tempat yang sama.

Di penghujung lagu, tidak ada ledakan emosi besar ataupun klimaks dramatis. Yang tersisa hanyalah kesadaran sederhana: sosok itu bukan seseorang yang istimewa, melainkan orang biasa yang terlanjur menerima terlalu banyak perhatian.



Kesepian itu pun bukan datang karena kehilangan dirinya, melainkan karena telah memberikan terlalu banyak kepada seseorang yang tidak mampu memberikan hal yang nyata sebagai balasan.

“Lonely” ditulis oleh Maria Elena A.G.H.K. bersama Trevor Brown, Zaire Koalo, dan Ivan Edbert.

Lagu ini diproduseri oleh Trevor Brown dan Zaire Koalo dari The Orphanage, dengan proses mixing ditangani Stephan Santoso serta mastering oleh Amram Saloh.

Hasil akhirnya adalah sebuah lagu yang membungkus cerita penuh luka ke dalam sound yang tetap bergerak dan menolak larut terlalu lama dalam kesedihan. Karena kadang, bagian paling aneh dari patah hati adalah kenyataan bahwa seseorang masih ingin hidup, keluar rumah, dan terus berdansa di tengah rasa kosong yang belum benar-benar pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Iklan Negerimusik