JAKARTA, Negerimusik.com — Musisi independen Adrian Setiawan kembali merilis karya terbaru bertajuk “Dalila”, sebuah lagu bernuansa swing jazz pop yang hangat, lembut, dan sarat emosi. Single ini menjadi langkah baru dalam perjalanan musikal Adrian yang kini semakin personal dan reflektif.
Lewat aransemen swing yang mengalun santai, “Dalila” menghadirkan kombinasi petikan gitar intim dan sentuhan akordion yang nostalgik. Namun di balik nuansa musik yang terdengar ringan, tersimpan kisah yang sangat dalam—tentang kerinduan seorang ayah kepada anaknya yang telah pergi lebih dulu.
“Dalila” bukan sekadar karya biasa bagi Adrian Setiawan. Lagu ini ditulis khusus untuk putrinya, Belinda Dalila Jasmine, menjadikannya salah satu karya paling personal dalam katalog musiknya.
Nama “Dalila” sendiri diambil dari nama tengah sang anak—sebuah bentuk penghormatan sekaligus cara sederhana untuk menjaga kenangan tetap hidup. Melalui lagu ini, Adrian menyampaikan emosi kehilangan yang tidak disampaikan secara gelap, melainkan dengan pendekatan yang unik.
Alih-alih larut dalam kesedihan, Adrian menggunakan konsep lyrical dissonance—memadukan lirik yang menyentuh dengan musik yang justru terdengar cerah dan hangat. Hasilnya, “Dalila” terasa seperti senyuman kecil di tengah duka, menghadirkan ruang untuk merayakan kenangan, bukan hanya meratapi kehilangan.
Setelah sebelumnya merilis album Multidimensi, yang merangkum perjalanan hidupnya selama satu dekade, “Dalila” hadir sebagai fase baru dalam eksplorasi musikal Adrian.
Jika Multidimensi bersifat retrospektif dan luas, maka “Dalila” terasa lebih sunyi, intim, dan jujur. Lagu ini menunjukkan sisi lain Adrian sebagai penulis lagu—lebih fokus pada emosi personal dengan pendekatan yang sederhana namun kuat.
Lebih dari sekadar lagu tentang kehilangan, “Dalila” menjadi representasi cinta seorang ayah yang tidak pernah berhenti, bahkan setelah perpisahan.
Proses produksi “Dalila” dilakukan di Studio Sepuluh dan bersama Kala Records. Dalam pengembangannya, Adrian juga melibatkan beberapa musisi untuk memperkaya aransemen lagu, termasuk:
Mierfakh Averill (drum)
Andreas Bonar Manurung (piano/keyboard)
Ary Firmansyah (bass)
Selain versi studio, Adrian juga menyiapkan versi live dari “Dalila” yang menghadirkan nuansa performa yang lebih organik dan emosional.
Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Adrian Setiawan bersama Sofyan Rizal, sementara visual artwork digarap oleh Gregorius Prima Adolfo bersama Adrian sendiri.
Dirilis di bawah label independen, “Dalila” semakin mempertegas posisi Adrian Setiawan sebagai musisi yang konsisten mengeksplorasi warna musik personal tanpa kehilangan daya tarik universal.
Dengan pendekatan yang jujur dan emosional, “Dalila” berpotensi menjadi salah satu karya yang paling membekas dalam diskografi Adrian—tidak hanya sebagai lagu, tetapi juga sebagai bentuk dokumentasi rasa yang sangat manusiawi.
Single “Dalila” kini sudah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar