Nadhif Basalamah dan Andi Rianto Perluas Rasa Lewat Versi Orkestra “bergema sampai selamanya” & “kota ini tak sama tanpamu” - negerimusik.com

Breaking

28/03/2026

Nadhif Basalamah dan Andi Rianto Perluas Rasa Lewat Versi Orkestra “bergema sampai selamanya” & “kota ini tak sama tanpamu”

 


Di titik ketika banyak musisi memilih menjaga jarak aman dari karya yang sudah berhasil, Nadhif Basalamah justru mengambil langkah sebaliknya: kembali menengok dua lagunya yang paling dekat dengan banyak pendengar, lalu membongkarnya dengan pendekatan yang jauh lebih megah. Hasilnya adalah versi orkestra dari “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu”, dua lagu yang kini diberi ruang baru untuk bernapas lebih luas.

Kali ini, Nadhif tidak berjalan sendiri. Ia menggandeng Andi Rianto, nama yang sudah lama identik dengan orkestrasi emosional di musik populer Indonesia. Kolaborasi ini terasa masuk akal sejak awal. Jika lagu-lagu Nadhif dikenal karena kedekatan emosinya yang personal, maka Andi Rianto adalah sosok yang piawai menerjemahkan emosi kecil itu menjadi lanskap bunyi yang terasa sinematik.

Dan memang, di situlah proyek ini bekerja.

Alih-alih sekadar “membesarkan” lagu lama dengan string section dan piano yang lebih tebal, versi orkestra ini tampaknya diarahkan untuk memperluas pengalaman mendengarkan. Bukan hanya agar terdengar lebih mewah, tetapi agar emosi yang sebelumnya intim bisa menjangkau ruang yang lebih luas tanpa kehilangan inti perasaannya.

Untuk mencapai itu, proyek ini bahkan melibatkan Budapest Scoring Orchestra, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa rilisan ini tidak diposisikan sebagai eksperimen kecil, melainkan sebagai perluasan artistik yang benar-benar disiapkan dengan serius. Pilihan tersebut memberi gambaran bahwa Nadhif dan Andi Rianto ingin mengejar detail sonik yang lebih sinematik—bukan sekadar “versi live strings”, melainkan orkestrasi penuh yang punya bobot dan kedalaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak musisi global melakukan pendekatan serupa. Kita bisa melihat bagaimana Laufey memanfaatkan orkestra untuk memperbesar keintiman lagu-lagunya, atau bagaimana Adele membiarkan orkestrasi bekerja sebagai penguat emosi, bukan pengalih perhatian. Dalam konteks Indonesia, Andi Rianto sendiri sudah lama menempati ruang itu: menjadikan aransemen besar tetap terasa manusiawi.

Dan di sinilah proyek ini terasa menarik. Sebab lagu-lagu Nadhif pada dasarnya memang punya fondasi yang kuat untuk diterjemahkan ke format orkestra. Melodinya cenderung jelas, liriknya dekat dengan pengalaman sehari-hari, dan nuansa emosinya tidak dibuat-buat. Ketika dibawa ke format yang lebih luas, keduanya punya potensi untuk terdengar semakin menggema—secara harfiah maupun emosional.

Pemilihan “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu” juga bukan keputusan yang sembarangan. Dua lagu ini bisa dibilang termasuk karya yang paling resonan dalam katalog Nadhif—bukan hanya karena respons pendengar yang besar, tetapi juga karena keduanya membawa kualitas yang sangat “Nadhif”: puitis, personal, namun tetap mudah dipahami banyak orang.

Yang menarik, proyek ini tidak dibangun dalam suasana yang kaku. Justru sebaliknya, proses kreatifnya lahir di bulan Ramadan, dengan atmosfer kerja yang hangat dan penuh momen sederhana. Dari cerita di balik layar, ada kesan bahwa rilisan ini tumbuh bukan hanya dari visi musikal, tetapi juga dari kedekatan manusiawi antarpihak yang terlibat. Hal-hal kecil seperti berbuka puasa bersama, bertukar rekomendasi makanan, hingga kembali ke studio setelahnya, memberi proyek ini rasa yang lebih hidup—sesuatu yang mungkin tak terdengar secara literal, tapi terasa dalam semangat keseluruhannya.

Pada akhirnya, versi orkestra ini bukan hanya soal “mengulang” lagu yang sudah dicintai. Ia adalah upaya untuk melihat ulang dua karya tersebut dari sudut yang berbeda—lebih dewasa, lebih lapang, dan mungkin juga lebih dalam.

Di tangan musisi yang tepat, lagu yang sudah familiar bisa terdengar baru tanpa harus kehilangan memorinya. Dan itulah yang tampaknya ingin dicapai Nadhif Basalamah lewat proyek ini: bukan menciptakan jarak dari versi aslinya, tetapi memperluas cara kita merasakannya.

Karena ada lagu yang cukup didengar sekali,
dan ada lagu yang, ketika diberi ruang lebih besar,
justru menemukan rumah emosional yang baru.

Versi orkestra “bergema sampai selamanya” dan “kota ini tak sama tanpamu” dijadwalkan hadir di seluruh platform digital pada 27 Maret 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Iklan Negerimusik