Marryanne Buka Fase Baru Lewat Maxi Single “Feel the Pain” - negerimusik.com

Breaking

02/03/2026

Marryanne Buka Fase Baru Lewat Maxi Single “Feel the Pain”


 

Satu setengah tahun setelah merilis EP Into the Void, unit shoegaze/alternative asal Cirebon, Marryanne, kembali dengan karya terbaru bertajuk Feel the Pain. Dirilis pada 27 Februari 2026, maxi single ini menjadi penanda langkah Marryanne di tahun baru, sekaligus bab lanjutan setelah merampungkan rangkaian “Distant Light Tour” yang menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa.

Kini digawangi Oya (vokal), Cyril (gitar & vokal), Andhik (bass), Ares (drum), dan Erlangga (gitar), Marryanne menghadirkan dua lagu dalam rilisan ini: “Feel the Pain” dan “Forfeit”. Keduanya terhubung dalam satu alur emosional yang berkesinambungan—menelusuri bagaimana amarah yang tak terkendali dapat berujung pada kehilangan, dan bagaimana kehilangan itu tetap tinggal bahkan setelah intensitasnya mereda.

“Feel the Pain” berangkat dari amarah sebagai kekuatan destruktif. Lagu ini menangkap perasaan terjebak dalam pikiran yang berulang—frustrasi yang berbalik ke dalam hingga perlahan mengaburkan identitas. Emosinya tidak lagi meledak-ledak, melainkan berat, repetitif, dan melelahkan. Musiknya bergerak mendesak namun terasa tanpa arah, didorong intensitas alih-alih kejelasan.

Sementara itu, “Forfeit” hadir sebagai kelanjutan narasi setelah bara mereda. Di bawah bayang cahaya lampu kota, lagu ini menyelami ruang kosong yang tersisa ketika kebisingan usai. Amarah masih ada, namun lebih tenang—berjalin dengan kerinduan dan absensi. Waktu terasa rapuh, kenangan dikejar alih-alih digenggam, dan koneksi hadir sebentar sebelum menghilang. “Forfeit” merangkul kerentanan, menempatkan rasa sakit dan keintiman dalam satu momen yang sama.

Secara musikal, Feel the Pain dipengaruhi spektrum shoegaze dan alternative modern—menggema dari pendekatan atmosferik Nothing hingga nuansa melankolis ala Whirr dan Life on Venus, dengan sentuhan dinamika emosional yang mengingatkan pada Momma. Lapisan gitar yang tebal, ambience yang mengawang, dan vokal yang tenggelam dalam tekstur menjadi fondasi utama rilisan ini.

Proses produksi berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025. Cyril MF bertindak sebagai produser sekaligus komposer utama, dengan lirik ditulis bersama Andhika DH dan Adam Sudewo. Drum direkam di Jags Studio (engineered oleh Wahyu Setio), sementara vokal, gitar, dan bass direkam di Room No.6 oleh Cyril MF. Tahap mixing dan mastering dikerjakan oleh Restu Yawendra di Hypocrite Sound. Artwork digarap Joyo Luqman, dan rilisan digital didistribusikan oleh Demajors.

Dengan Feel the Pain, Marryanne tak sekadar kembali—mereka menegaskan fase baru yang lebih reflektif dan emosional. Sebuah rilisan yang tak hanya terdengar, tetapi terasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Negerimusik