Bassst dan “Idiot In Love”: Ketika Cinta Berubah Bentuk, Bukan Hilang - negerimusik.com

Breaking

02/03/2026

Bassst dan “Idiot In Love”: Ketika Cinta Berubah Bentuk, Bukan Hilang

 


Setelah menutup 2025 lewat debut maxi single The World Make Sense Somehow, Bassst membuka tahun ini dengan single baru bertajuk “Idiot In Love”. Sebuah rilisan yang masih setia pada benang merah musiknya: romantisme yang rapuh, personal, dan terasa dekat dengan realita generasi sekarang.

Di balik nama Bassst ada Bastya Indrawan—yang sebelumnya sempat tenggelam dalam hiruk pikuk band dan proyek seperti Eas.y serta Bitter Club. Kini, ia kembali fokus pada proyek solonya, melanjutkan perjalanan yang lebih intim dan reflektif.

“Idiot In Love” lahir dari rangkuman cerita masa lalu Bastya sendiri. Bukan sekadar kisah cinta putus-nyambung, tapi juga relasi yang berakhir dengan pasangan, sahabat, bahkan orang-orang terdekat. Semua berangkat dari pengalaman personal—konflik kecil yang diremehkan, ego yang tak mau kalah, miskomunikasi, perselingkuhan, sampai momen ketika cinta perlahan kehilangan bentuknya.

“Maybe love just changed its shape, maybe time just pulled us apart.”


Penggalan lirik itu jadi semacam pusat gravitasi lagu ini. Bahwa kadang cinta tidak benar-benar hilang—ia hanya berubah bentuk. Atau waktu yang tanpa sadar menjauhkan dua orang, meski rasa masih ada.

Secara tematik, “Idiot In Love” seperti cermin untuk relationship Gen Z yang belakangan sering jadi bahan diskusi di media sosial. Hubungan kandas bukan karena tak saling sayang, tapi karena masalah kecil yang dibiarkan menumpuk sampai akhirnya meledak. Bastya menyelipkan pesan sederhana, tanpa menggurui: kalau ada masalah, hadapi. Saling mengerti bukan cuma slogan.


Menariknya, di lagu ini Bassst tidak sendirian. Ia menggandeng Kanaya Firsti, vokalis dari Lucien Sunmoon. Perpaduan vokal pria–wanita memberi dinamika emosional yang lebih dalam—seperti dialog dua sisi dalam satu hubungan. Sentuhan sophisti-pop terasa kental, dengan referensi yang mengarah ke duo-duo seperti Everything But The Girl—minimalis, manis, tapi menyimpan perih di baliknya.

Dari sisi produksi, Bastya tetap memegang prinsip DIY. Hampir seluruh proses—rekaman, aransemen, hingga mixing & mastering—ia kerjakan sendiri. Vokal Kanaya direkam terpisah di RA2 Studio karena jarak antar kota, tapi justru memberi nuansa kolaborasi yang terasa organik dan tidak dipaksakan.

“Idiot In Love” bukan lagu yang mencoba terdengar besar atau dramatis. Ia berjalan pelan, jujur, dan apa adanya. Kadang jadi “idiot” dalam cinta memang bagian dari proses tumbuh—dan Bassst memilih merayakannya dalam bentuk lagu.

Single ini sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital sejak 27 Februari 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Negerimusik