Bojonegoro, 2026 — Tekanan tak selalu melumpuhkan. Bagi band metal asal Bojonegoro, BEBAS PUKUL, tekanan justru menjelma bahan bakar. Setelah melewati dinamika panjang sejak 2022, mereka akhirnya meresmikan album penuh terbaru bertajuk Heavy Pressure—sebuah rilisan yang bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan arsip emosional tentang bertahan, berubah, dan tetap bersuara.
Dirilis melalui Tarrare Record, Heavy Pressure menjadi fase baru dalam perjalanan kuartet yang kini diperkuat oleh Tendik Pristiwantoko (gitar), Faisal Agung Maulana (bass), Aldyra Yoga (vokal), dan Ulin Nuha (drum). Masuknya drummer baru memberi suntikan energi segar, tanpa mengaburkan identitas agresif yang sejak awal menjadi fondasi musik mereka.
Dari Pergantian Personel hingga Konsistensi Sikap
Proses penggarapan album ini tidak berjalan mulus. Pergantian personel dan situasi yang tak selalu berpihak sempat memengaruhi ritme kreatif band yang terbentuk pada 2014 tersebut. Namun alih-alih melemahkan, kondisi itu justru memperkaya tekstur musikal dan kedalaman lirik mereka.
Jika menilik katalog sebelumnya, BEBAS PUKUL memang tak pernah bermain aman. Debut mereka, Noise Vol. 1 (2018), menjadi pernyataan mentah dan keras tentang perlawanan terhadap sunyi yang dipaksakan. Single “Konfrontasi” (2020) tampil sebagai ledakan frontal—musik sebagai sikap, bukan sekadar hiburan. “Primordial” (2021) menguliti naluri dasar manusia untuk marah dan bertahan. Sementara “Humans Fate” (2022) menawarkan refleksi tentang takdir yang seringkali dibentuk sistem, bukan pilihan personal.
Di Heavy Pressure, semua fragmen itu dirangkum dan ditekan menjadi satu kepalan yang lebih solid.
Sembilan Trek, Satu Pernyataan
Album ini memuat sembilan lagu:
- Elegy Of Emptiness
- Revealed By Truth
- Worn
- Afirmasi
- Heavy Pressure
- 999
- Humans Fate
- Primordial
- Konfrontasi
Secara konseptual, Heavy Pressure merepresentasikan tekanan—baik personal maupun kolektif—yang mengiringi proses bertahan dan beradaptasi. Ada kematangan dalam komposisi, namun agresivitas tetap menjadi nadi utama. Ini bukan upaya melunak demi pasar, melainkan pendalaman karakter.
Dalam konteks skena metal daerah, langkah BEBAS PUKUL patut dicatat. Di tengah dominasi arus digital dan perubahan pola konsumsi musik, konsistensi band independen dari kota seperti Bojonegoro menunjukkan bahwa resistensi tak selalu datang dari pusat-pusat industri.
Album ini telah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Deezer, Joox, Tidal, Apple Music, serta laman Bandcamp resmi mereka.
Lebih dari Sekadar Rilisan
Heavy Pressure bukan hanya album. Ia adalah dokumentasi fase—tentang waktu yang menekan, tentang realitas yang tak selalu ramah, dan tentang keputusan untuk tetap berdiri ketika banyak yang memilih berhenti.
Di tengah lanskap musik yang kian cepat dan instan, BEBAS PUKUL memilih jalur yang tidak mudah: membangun narasi panjang, menyimpan bara, lalu meledakkannya dalam satu rilisan penuh.
Dan seperti judulnya, tekanan itu kini terdengar lantang.
BEBAS PUKUL - ELEGY OF EMPTINESS [OFFICIAL LYRIC VIDEO]
More Info, Follow Us:
Youtube : BEBAS PUKUL OFFICIAL Spotify : Bebas Pukul Band Camp : Bebas Pukul Official
Tidak ada komentar:
Posting Komentar