Femm Chem Masuk Fase Baru Lewat “Nasida Liar”: Satir Indie Rock tentang Dunia yang Terlalu Bising - negerimusik.com

Breaking

03/03/2026

Femm Chem Masuk Fase Baru Lewat “Nasida Liar”: Satir Indie Rock tentang Dunia yang Terlalu Bising

 


Semarang, 3 Maret 2026 — Setelah dua tahun menjadi bagian dari denyut skena indie Kota Atlas, Femm Chem akhirnya mengambil langkah yang terasa krusial dalam perjalanan kreatif mereka. Lewat single terbaru bertajuk “Nasida Liar”, band ini untuk pertama kalinya menulis dan membawakan lagu dalam Bahasa Indonesia.

Sebuah keputusan yang tampak sederhana, namun secara artistik menyimpan pergeseran penting.

Terbentuk sejak 2022, Femm Chem tumbuh dari kejenuhan dan “kegilaan kecil” yang lahir dari rutinitas sehari-hari. Kuartet ini digawangi Isa Pradana (lead guitar/vokal), Vajra Aoki (vokal/gitar), Dimas Sadewa (bass), Ferdinandus Erdin (drum/artwork), dan Zuma Mahardika (synth/vokal). Perbedaan latar belakang dan referensi musik tiap personel justru membentuk identitas mereka: sederhana namun lantang, ironis tapi playful, dan perlahan menghanyutkan.

Secara referensi, mereka banyak menyerap energi indie rock Inggris seperti Wet Leg, dipadu nuansa psychedelic dan garage pop ala Nice Biscuit. Namun di “Nasida Liar”, pengaruh itu tak lagi terasa sebagai bayangan—melainkan telah melebur menjadi karakter yang lebih personal.

“Nasida Liar” menjadi titik balik karena untuk pertama kalinya Femm Chem memilih Bahasa Indonesia sebagai medium utama. Pilihan ini bukan sekadar strategi menjangkau audiens lokal, tetapi juga upaya mendekatkan kegelisahan yang mereka suarakan dengan realitas sehari-hari pendengar.

Lagu ini merepresentasikan kegelisahan hidup di tengah dunia yang semakin riuh—arus informasi tanpa henti, konten yang berulang, tuntutan eksistensi di media sosial, hingga ruang batin yang terasa penuh dan melelahkan. Potongan-potongan kehidupan modern itu dirangkai dengan pendekatan lirik yang puitis sekaligus satir.

Ada usaha untuk berhenti sejenak. Ada dorongan untuk menarik napas. Ada ajakan untuk mensyukuri momen kecil tanpa tenggelam dalam kompleksitas yang dibuat-buat.

Bagi Femm Chem, “Nasida Liar” adalah refleksi sekaligus terapi personal.

Secara musikal, “Nasida Liar” tetap berdiri di fondasi khas Femm Chem: aransemen lugas, permainan gitar ringan namun tajam, ritme dinamis, dan atmosfer yang terasa fun tanpa kehilangan kedalaman makna. Kesederhanaan menjadi kekuatan, bukan keterbatasan.

Single ini direkam pada April 2025 dan dikerjakan secara mandiri oleh para personel. Proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Pandu Fuzztoni—musisi, produser, dan engineer yang juga pernah terlibat dalam penggarapan karya bersama Dongker, Grrrl Gang, dan Skandal, hasilnya terdengar matang tanpa kehilangan spontanitas.

Di tengah geliat skena Semarang yang semakin beragam, Femm Chem tampil sebagai representasi generasi yang resah namun tak kehilangan selera humor. Mereka tidak memilih menjadi terlalu serius, tapi juga tak jatuh menjadi sekadar hiburan kosong.


“Nasida Liar” menjadi jembatan antara kegelisahan dan permainan—antara kritik dan candaan—antara kebisingan dan kebutuhan untuk hening.

Single ini resmi tersedia di berbagai platform digital mulai 3 Maret 2026, termasuk melalui Spotify. Dengan rilisan ini, Femm Chem tak hanya menambah katalog, tetapi juga membuka babak baru yang lebih intim dan kontekstual. Jika sebelumnya mereka terdengar global, kini mereka terdengar lebih dekat, dan mungkin, justru di situlah letak keberanian terbesarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Negerimusik