Unit Indie Pop Purwokerto, 5678things Kembalikan Siuversa ke DSP, Hadapi Sedih dengan Jenaka - negerimusik.com

Breaking

27/01/2026

Unit Indie Pop Purwokerto, 5678things Kembalikan Siuversa ke DSP, Hadapi Sedih dengan Jenaka

 


Purwokerto, Januari 2026 — Memasuki awal tahun, unit indie pop asal Purwokerto, 5678things, resmi merilis ulang EP Siuversa; Song Is Our Conversation ke berbagai digital streaming platform (DSP) terhitung sejak 1 Januari 2026. Mini album ini menjadi ruang percakapan—tentang keresahan, dialog batin, hingga potongan fase hidup yang terasa dekat dengan realitas anak muda hari ini. Bukan untuk menggurui, tapi menemani.

Terbentuk sejak 2018, 5678things digawangi oleh M. Ilham Ihza Mahendra (gitar/penulis lagu), Alverina Gustiani (vokal/penulis lagu), Ardian Fikri (bass), dan Yoel Abeng Pridesta (drum). Keempatnya membangun karakter musik yang jujur dan personal, dengan lirik reflektif yang dibalut aransemen ringan serta fun—sebuah keseimbangan yang jadi ciri kuat mereka.

Nama 5678things mungkin terdengar sederhana, bahkan mengingatkan pada hitungan angka. Namun di balik itu, ada cerita personal: angka-angka tersebut merepresentasikan tahun kelahiran para personelnya—1995 hingga 1998. Setelah tombol play ditekan, satu hal jadi jelas: nama hanyalah pembuka, karena musik mereka berbicara jauh lebih lantang.

Hal menarik dari Siuversa terletak pada cara 5678things membingkai kesedihan. Hampir seluruh materi di EP ini berbicara soal fase-fase berat—kegagalan, rasa sial, jarak emosional, hingga kelelahan mental. Namun alih-alih menyajikannya dengan nuansa muram, mereka justru memilih pendekatan yang ringan, playful, dan kadang terdengar jenaka. Kontras yang terasa jujur dan relevan.

“Sebagian besar lagu di Siuversa lahir dari fase-fase yang cukup berat—tentang kegagalan, rasa sial, sampai kelelahan mental yang sering kami alami sendiri. Tapi kami nggak ingin membungkusnya dengan kesedihan berlebihan. Kami justru ingin menyampaikannya dengan cara yang lebih ringan dan playful, karena di situlah perasaan itu terasa lebih jujur dan dekat dengan keseharian,” ujar Alverina.

 

Ilham menambahkan,

“Buat kami, kesedihan itu bukan sesuatu yang harus ditutupi atau didramatisasi. Ia ada, dan kami memilih menghadapinya dengan cara kami sendiri. Musik jadi ruang untuk mengolah perasaan tanpa harus tenggelam di dalamnya—cukup diterima, lalu ditertawakan bersama.”

 

Secara materi, Siuversa menghadirkan potret perasaan sehari-hari tanpa drama berlebihan. “Sial” menerjemahkan momen buruk dengan jujur dan ringan. “Oh Hello!” hadir catchy, seolah mengingatkan bahwa tidak semua emosi harus ditampilkan muram. Sementara “Eye Contact” menangkap chemistry singkat antara dua orang—cukup disimpan sebagai momen, tanpa kata dan tanpa kelanjutan. Lewat “0 Attention”, 5678things menegaskan sikap untuk fokus pada diri sendiri, mengabaikan penilaian dan asumsi dari mereka yang merasa paling tahu—karena tidak semua suara layak diberi ruang.

Secara konsep, Siuversa; Song Is Our Conversation terasa sangat generasional. Di era ketika semua orang berlomba terlihat baik-baik saja, 5678things justru menawarkan alternatif: menerima kesedihan, lalu mengolahnya dengan cara yang lebih ringan. Karena, sejujurnya, tidak semua orang peduli seberapa sedih kita—jadi kenapa tidak mengubahnya jadi sesuatu yang fun?

Dari sisi musikal, EP ini menunjukkan eksplorasi yang matang. Dinamika terasa konsisten tanpa jatuh monoton. Ada nuansa twee pop yang intim di beberapa lagu, sementara track lain bermain di wilayah indie pop dengan sentuhan ritmis yang segar. Setiap personel terasa hadir, bukan sekadar pengisi instrumen.

Dirilis melalui Heartcorner, EP Siuversa; Song Is Our Conversation dari 5678things sudah dapat didengarkan di seluruh DSP sejak 1 Januari 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Negerimusik