| Sindikat Sisa Semalam Rayakan Kehangatan Tradisi Lampung Lewat Single “Seruit” |
Di tengah derasnya arus musik digital yang semakin seragam, Sindikat Sisa Semalam memilih menempuh jalur berbeda. Kolektif musik asal Lampung tersebut kembali merawat akar budaya melalui karya terbarunya berjudul “Seruit”, sebuah single yang tidak hanya menghadirkan eksplorasi musikal yang segar, tetapi juga menjadi surat cinta terhadap kampung halaman, keluarga, dan tradisi kebersamaan.
Dirilis pada 12 Juni 2026, “Seruit” mengambil inspirasi dari salah satu warisan kuliner khas Lampung. Bagi masyarakat setempat, seruit bukan sekadar hidangan yang terdiri dari ikan bakar, sambal terasi, tempoyak, mangga, serta aneka lalapan. Lebih dari itu, seruit adalah simbol kebersamaan yang hadir dalam tradisi nyeruit—momen makan bersama keluarga dan kerabat yang merepresentasikan nilai gotong royong, kesetaraan, serta kehangatan antar manusia.
Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan Sindikat Sisa Semalam menjadi sebuah karya yang akrab dengan pendengar masa kini. Di balik proyek ini terdapat sosok Andi Armand, musisi, komposer, sekaligus produser yang dikenal melalui perjalanan musikalnya bersama Fourtwnty. Pengalaman panjangnya dalam menulis dan memproduksi lagu menjadi fondasi dalam meramu identitas budaya Lampung ke dalam pendekatan musik yang lebih kontemporer.
Alih-alih menyajikan musik daerah dalam bentuk yang konvensional, Sindikat Sisa Semalam mengolah lokalitas menjadi sesuatu yang dekat dengan generasi muda. “Seruit” bergerak luwes di antara berbagai warna musik, mulai dari beat lo-fi yang santai, groove reggae yang hangat, hingga sentuhan musik tradisional yang hadir sebagai identitas utama.
Dari segi aransemen, lagu ini dibuka dengan hook brass section yang atraktif, berpadu dengan petikan cak cuk yang ceria sehingga menciptakan nuansa anthem sejak detik pertama. Memasuki bagian verse, komposisi berubah menjadi lebih santai dengan fondasi lo-fi hip-hop yang selama ini menjadi ciri khas Sindikat Sisa Semalam.
Eksplorasi semakin menarik ketika lagu memasuki bagian refrain yang kembali membawa energi riang dan penuh perayaan. Kejutan hadir pada verse kedua saat ritme musik bergeser menuju nuansa dangdut, diperkuat oleh permainan kendang dan suling yang mempertegas akar budaya Nusantara dalam karya ini.
Pada bagian akhir, koor vokal bersama muncul sebagai penutup yang megah, menghadirkan suasana layaknya sebuah perayaan komunal. Detail produksi tersebut membuat “Seruit” tidak hanya berfungsi sebagai sebuah lagu, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas.
“Seruit” menjadi kelanjutan perjalanan artistik Sindikat Sisa Semalam dalam mengangkat bahasa serta kebudayaan Lampung setelah sebelumnya merilis “Hikayat Bujang” (2023) dan “Appu Tuyut” (2024). Melalui karya terbaru ini, mereka kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan musik sebagai jembatan antara warisan lokal dengan pendengar yang lebih luas.
Dengan pendekatan cross culture yang menjadi identitas mereka, Sindikat Sisa Semalam menunjukkan bahwa tradisi tidak harus tinggal sebagai kenangan masa lalu. Sebaliknya, budaya dapat terus hidup, berkembang, dan menemukan ruang baru di tengah lanskap musik modern.
Single “Seruit” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 12 Juni 2026.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar