 |
| Drizzly Kembali dari Masa Vakum Lewat “how do i even try?”, Membawa Dream Pop ke Wilayah Shoegaze |
Setelah sekitar dua tahun tidak merilis karya, Drizzly akhirnya kembali dengan single terbaru, “how do i even try?”. Dirilis pada 29 Juli 2026, lagu ini menjadi pembuka menuju album penuh mereka yang direncanakan hadir pada 2027, things i couldn’t say out loud.
Bagi Drizzly, lagu ini bukan sekadar tanda bahwa mereka kembali aktif. “how do i even try?” menjadi semacam pintu masuk untuk melihat ke mana band beranggotakan empat perempuan asal Jawa Timur ini bergerak setelah masa jeda. Jika sebelumnya Drizzly lebih lekat dengan warna dream pop, kali ini mereka mulai mempertebal sisi shoegaze tanpa sepenuhnya meninggalkan karakter dreamy yang sudah menjadi identitas mereka.
Formasi Drizzly saat ini diisi oleh Amanda (vokal), Rascillo atau Cilo (drum), Moza (bass), dan Faye (gitar). Dari komposisi tersebut, “how do i even try?” tumbuh melalui proses kreatif yang cukup personal, terutama bagi Cilo yang menjadi salah satu titik awal lahirnya lagu.
Gagasan lagu bermula dari pengamatan Cilo terhadap orang-orang di lingkungan pertemanannya. Ia melihat beberapa teman berada dalam hubungan atau situasi yang sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda tidak akan berakhir baik, tetapi tetap berusaha bertahan. Ada penolakan terhadap kenyataan, ada keinginan untuk mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah waktunya dilepaskan.
“Latar belakang how do i even try? ini sebenarnya dari keadaan sekitar Cilo waktu itu, melihat ada teman-teman yang lagi mengalami hal serupa, denial sama sesuatu yang sebenarnya udah tahu endingnya nggak baik,” ujar Cilo.
Keresahan tersebut kemudian mengendap sampai akhirnya berubah menjadi sebuah lagu. Menariknya, proses menulis justru membuat Cilo menyadari bahwa pengalaman tersebut tidak sepenuhnya asing baginya. Setelah draft lagu selesai, ia menemukan dirinya pernah berada di posisi yang sama.
Dari sana, “how do i even try?” berkembang menjadi cerita yang lebih luas daripada sekadar relasi romantis. Lagu ini berbicara tentang kecenderungan manusia untuk mempertahankan sesuatu yang dicintai meskipun tahu bahwa kehilangan pada akhirnya tidak bisa dihindari. Ada proses mencoba, gagal, kembali mencoba, lalu perlahan belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa diselamatkan.
Di titik inilah karakter musikal lagu bekerja dengan cukup menarik.
Dream pop Drizzly yang sebelumnya terasa mengambang kini diberi tubuh yang lebih tebal. Lapisan gitar membawa tekstur shoegaze yang lebih kentara, sementara bass dan drum memberikan fondasi yang membuat lagu bergerak lebih dinamis. Alih-alih hanya mengandalkan atmosfer, Drizzly tampak lebih berani memainkan kepadatan aransemen.
Menurut Cilo, perubahan tersebut memang disengaja. “Lagu ini masih membawa warna dreamy yang jadi ciri khas Drizzly, tapi kali ini kami mencoba pendekatan yang lebih dinamis dan eksploratif,” jelasnya.
Perubahan itu terasa sebagai perkembangan yang natural, bukan upaya untuk meninggalkan identitas lama. Nuansa dreamy masih menjadi fondasi, tetapi sekarang diselimuti gitar yang lebih tebal dan atmosfer yang lebih berkabut. Hasilnya berada di wilayah yang cukup akrab bagi pendengar shoegaze, tetapi tetap mempertahankan kelembutan khas Drizzly.
Referensi mereka pun cukup beragam. Nama seperti The Milo dan Polyester Embassy menjadi salah satu pengaruh dari ranah alternatif Indonesia, sementara Oeil dan Moon In June dari Jepang turut memberikan gambaran mengenai arah tekstur dan atmosfer yang ingin mereka bangun.
Menariknya, bentuk final “how do i even try?” cukup jauh dari versi awalnya. Demo lagu tersebut semula memiliki tempo yang jauh lebih lambat. Dalam proses pengembangan, Drizzly kemudian mengubahnya menjadi lebih dinamis dengan tambahan riff gitar, melodi, bassline, hingga isian keyboard.
Proses produksinya melibatkan seluruh personel dan sejumlah kolaborator. Ihun dan Faye menerjemahkan gagasan nada awal yang kemudian dikembangkan menjadi bagian vokal oleh Cilo, Faye, dan Manda. Moza mengisi bass, sementara Ayu berkontribusi pada keyboard. Selama proses rekaman, Dennis Ferdinand juga memberikan sejumlah masukan untuk mengembangkan materi tersebut.
Keputusan menjadikan “how do i even try?” sebagai single pertama juga berkaitan erat dengan konsep album yang sedang mereka siapkan. things i couldn’t say out loud dijadwalkan menjadi album penuh Drizzly pada 2027, dan lagu ini dianggap cukup representatif untuk memperkenalkan benang merah emosional sekaligus perubahan musikal mereka.
Dengan kata lain, “how do i even try?” bukan sekadar comeback single. Ia adalah semacam teaser terhadap Drizzly yang baru: masih dreamy, tetapi lebih berani membiarkan suara gitar memenuhi ruang.
Namun, pada akhirnya, kekuatan lagu ini tetap berada pada tema yang sederhana dan sangat manusiawi: bagaimana cara melepaskan sesuatu yang masih kita cintai?
Drizzly tidak memberikan jawaban yang mudah. Mereka justru membiarkan pertanyaan tersebut menggantung, seperti seseorang yang masih mencoba memahami mengapa sesuatu yang sudah jelas harus berakhir tetap terasa begitu sulit untuk ditinggalkan.
Manda bahkan memiliki gambaran yang sangat spesifik mengenai dunia emosional lagu ini. Jika “how do i even try?” adalah sebuah warna, katanya, lagu tersebut adalah hitam, putih, dan biru. Waktu terbaik untuk mendengarkannya adalah dalam perjalanan pulang setelah hari yang melelahkan, atau tengah malam ketika kamar sudah sunyi dan pikiran justru semakin ramai.
Deskripsi itu terasa tepat. “how do i even try?” bukan lagu yang meminta perhatian dengan cara berisik. Ia lebih seperti teman perjalanan ketika kepala sedang penuh—musik yang membiarkan pendengarnya duduk bersama perasaan yang belum selesai.
Setelah dua tahun vakum, Drizzly akhirnya kembali bukan dengan upaya mengulang masa lalu, melainkan dengan membawa pertanyaan baru. Dan seperti judul lagunya, mereka seolah sedang bertanya kepada diri sendiri: bagaimana sebenarnya kita harus mencoba, ketika sejak awal kita tahu bahwa beberapa hal memang harus dilepaskan?
 |
| Drizzly Kembali dari Masa Vakum Lewat “how do i even try?”, Membawa Dream Pop ke Wilayah Shoegaze |
Single “how do i even try?” tersedia di seluruh platform streaming musik sejak 29 Juli 2026, sekaligus menjadi pembuka perjalanan menuju album penuh Drizzly, things i couldn’t say out loud, yang direncanakan rilis pada 2027.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar