Ruangrima Menemukan Keindahan dalam Kesederhanaan Lewat “Satusama” - negerimusik.com

Breaking

04/06/2026

Ruangrima Menemukan Keindahan dalam Kesederhanaan Lewat “Satusama”

 

Ruangrima Menemukan Keindahan dalam Kesederhanaan Lewat “Satusama”

Di tengah era ketika banyak lagu cinta berlomba menjadi semakin besar, semakin dramatis, dan semakin bising, Ruangrima justru memilih jalur yang berbeda. Melalui single terbarunya yang berjudul “Satusama”, proyek musik asal Bogor-Jakarta ini menawarkan sesuatu yang jauh lebih sederhana: sebuah perasaan tenang saat bertemu seseorang yang terasa begitu familiar tanpa alasan yang jelas.

Dirilis pada 20 Mei 2026, “Satusama” menjadi langkah lanjutan Ruangrima setelah merilis “Hujan, Kemana Saja Kau?” pada awal tahun. Namun jika rilisan sebelumnya terasa seperti pengantar menuju dunia yang mereka bangun, maka “Satusama” adalah momen ketika dunia itu mulai memperlihatkan jantung emosionalnya.

Lagu ini berbicara tentang sebuah pertemuan yang tidak datang dengan ledakan emosi atau kisah romantis yang megah. Sebaliknya, ia hadir seperti percakapan yang mengalir pelan, tentang dua orang yang menemukan ruang yang sama di tengah riuh kehidupan. Sebuah rasa yang sulit dijelaskan, namun mudah dikenali.



“Ada pertemuan yang rasanya tenang banget, sampai kata-kata jadi nggak terlalu penting,” ungkap Rizky Fauzy, sosok di balik Ruangrima.

Menariknya, “Satusama” bukanlah lagu baru dalam arti sesungguhnya. Materi ini telah ditulis hampir satu dekade lalu dan tersimpan cukup lama sebelum akhirnya menemukan bentuk yang dianggap tepat untuk dirilis. Jarak waktu yang panjang tersebut justru memberikan dimensi emosional yang lebih dalam. Seolah lagu ini tidak hanya menyimpan cerita tentang sebuah pertemuan, tetapi juga tentang bagaimana perasaan tertentu bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun.

Secara musikal, Ruangrima tetap berjalan di koridor yang selama ini menjadi identitas mereka. Lapisan gitar shoegaze yang berembun, ambience vokal yang mengawang, serta nuansa dreampop yang luas menjadi fondasi utama lagu ini. Namun di balik lanskap suara yang megah tersebut, terdapat kesederhanaan yang sangat disengaja.

Progresi akor yang minim perubahan dan lirik yang tidak berlebihan memberi ruang bagi atmosfer untuk mengambil alih narasi. Alih-alih memaksa pendengar memahami makna lagu melalui kata-kata, Ruangrima membiarkan emosi berbicara melalui tekstur suara dan dinamika yang perlahan berkembang.



Pengaruh dari nama-nama seperti Cocteau Twins, The Cure, hingga The Jesus and Mary Chain terasa hadir dalam cara mereka membangun suasana. Sementara dari ranah lokal, jejak romantisme alternatif ala rumahsakit dan Pure Saturday juga dapat ditemukan dalam pendekatan melodi dan sensitivitas emosional yang mereka tampilkan.

Namun “Satusama” bukan sekadar kumpulan referensi shoegaze dan dreampop yang dirakit ulang. Lagu ini terasa personal karena keberhasilannya menerjemahkan pengalaman yang sangat manusiawi: momen ketika seseorang hadir tanpa banyak drama, tetapi meninggalkan kesan yang sulit hilang.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dan penuh distraksi, “Satusama” menawarkan pengalaman mendengar yang lebih kontemplatif. Sebuah lagu yang tidak menuntut perhatian penuh, tetapi perlahan merayap masuk ke dalam ingatan dan menetap di sana.


Ruangrima Menemukan Keindahan dalam Kesederhanaan Lewat “Satusama”

Sebagai single kedua menuju EP yang dijadwalkan rilis pada paruh kedua 2026, “Satusama” memperlihatkan arah artistik Ruangrima yang semakin matang. Mereka tidak hanya sedang merilis lagu demi lagu, melainkan membangun sebuah semesta emosional yang saling terhubung melalui kenangan, atmosfer, dan perasaan-perasaan yang sering kali sulit diucapkan secara langsung.

Pada akhirnya, “Satusama” adalah pengingat bahwa tidak semua pertemuan harus spektakuler untuk menjadi berarti. Kadang, yang paling membekas justru hadir dalam bentuk yang paling sederhana: sebuah rasa tenang, sebuah tatapan singkat, atau seseorang yang terasa seperti rumah bahkan sebelum kita mengenalnya.

Dan mungkin, itulah yang membuat “Satusama” terasa begitu dekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Autoclose dalam 5s
Info Negerimusik