| Ministry Of Memulai Babak Baru Lewat Single “Langkah”, Sebuah Pengingat untuk Berhenti Sejenak |
Setelah memperkenalkan identitas mereka melalui album penuh Reverie setahun lalu, Ministry Of kini bersiap memasuki fase baru yang terasa lebih personal, lebih dekat, dan mungkin juga lebih berani. Trio indie rock asal Jakarta tersebut resmi membuka jalan menuju EP terbaru mereka, Fase, melalui single bertajuk “Langkah”, yang dirilis pada 4 Juni 2026 di berbagai layanan streaming digital.
Namun “Langkah” bukan sekadar single pembuka menuju rilisan berikutnya. Lagu ini menandai sesuatu yang jauh lebih penting dalam perjalanan Ministry Of: untuk pertama kalinya, mereka memilih bernyanyi sepenuhnya dalam Bahasa Indonesia.
Bagi grup yang diperkuat Ernest Theodore (vokal, gitar), Yudit Halim (gitar), dan Gonzaga Sidharta (bas), keputusan tersebut bukanlah langkah yang diambil secara spontan. Justru sebaliknya, gagasan untuk beralih ke Bahasa Indonesia telah mereka pikirkan sejak tidak lama setelah perilisan Reverie.
Ada kegelisahan yang menyertai proses itu. Kekhawatiran tentang lirik yang terdengar klise, terlalu puitis, atau justru kehilangan spontanitas yang selama ini menjadi kekuatan mereka. Namun keraguan tersebut perlahan menghilang ketika lagu “Langkah” mulai menemukan bentuknya.
“Gue ngerasa pas banget. Ternyata yang dikhawatirkan gak usah terlalu dipikirkan,” ujar Gonzaga. Menurutnya, lirik yang ditulis Ernest berhasil menyampaikan perasaan yang kompleks secara jujur tanpa harus terjebak dalam romantisasi berlebihan.
Kejujuran itulah yang menjadi fondasi utama “Langkah”.
Secara tematis, lagu ini lahir dari pengalaman personal Ernest dalam menghadapi dinamika kehidupan dewasa yang semakin menuntut. Rutinitas yang terus berulang, tekanan pekerjaan, hingga tuntutan untuk selalu produktif membuat manusia perlahan bergerak seperti mesin yang dipaksa bekerja tanpa henti.
Alih-alih menawarkan solusi besar atau nasihat yang menggurui, “Langkah” hadir sebagai pengingat sederhana: bahwa berhenti sejenak bukanlah bentuk kelemahan.
“Lagu ini saya tulis untuk pengingat bagi diri saya sendiri dan orang-orang yang mendengarkannya, supaya jangan lupa beristirahat,” ungkap Ernest.
Pesan tersebut terasa relevan di tengah budaya produktivitas yang kerap menempatkan kelelahan sebagai sesuatu yang wajar. Ministry Of memilih berbicara tentang jeda, tentang pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri sebelum semuanya terlambat.
Musikalitas “Langkah” juga memperlihatkan perkembangan yang menarik dari Ministry Of. Energi indie rock yang selama ini menjadi fondasi mereka tetap terasa kuat, tetapi kini dibalut pendekatan yang lebih hangat dan reflektif. Pergeseran bahasa justru membuat emosi dalam lagu ini terasa lebih dekat dan mudah diterima tanpa kehilangan karakter khas band tersebut.
Menariknya, “Langkah” bukan lagu yang benar-benar baru bagi para penggemar mereka. Dalam setahun terakhir, Ministry Of cukup sering membawakannya di berbagai panggung, termasuk dalam sesi rekaman bersama Sounds From The Corner. Lagu ini tumbuh perlahan bersama audiens sebelum akhirnya dirilis secara resmi sebagai focus track menuju EP Fase.
“Secara musik dan lirik, kami paling pede dengan lagu ini,” ujar Yudit sambil tertawa.
Di balik proses produksinya, Ministry Of turut melibatkan sejumlah nama yang memperkaya warna lagu ini. Finna Amalia mengisi vokal tambahan sekaligus terlibat dalam materi EP mendatang, sementara Dimas Radityo mengisi departemen drum bersama Aryadhira Susilo yang juga bertindak sebagai co-producer. Proses rekaman ditangani Johanes Abiyoso, sedangkan identitas visual single dan EP dikerjakan oleh Fandy Susanto dari Table Six.
Tak berhenti pada format audio, “Langkah” juga hadir dalam bentuk video musik yang disutradarai oleh Finna Amalia dan Dennis Tumiwa, dengan Arafat Zawaid (Rrag, Falaci, Visuc) sebagai pemeran utama.
Yang membuat fase baru ini semakin menarik adalah hadirnya rumah baru bagi Ministry Of. Untuk pertama kalinya, mereka bekerja sama dengan label independen HFMF Records, yang dikenal menaungi sejumlah nama seperti Goodnight Electric dan Seaside.
Menurut Henry Foundation selaku perwakilan HFMF Records, salah satu alasan terbesar mereka tertarik bekerja sama dengan Ministry Of adalah keberanian band ini untuk bereksperimen tanpa kehilangan identitas.
“Buat gue, ini langkah yang penting,” ujarnya.
Dan mungkin memang itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan posisi Ministry Of saat ini: sebuah langkah.
Bukan lompatan besar yang penuh sensasi, melainkan gerakan yang tenang namun mantap menuju wilayah baru. Sebuah fase yang menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus datang dengan gegap gempita. Kadang, ia hadir dalam bentuk lagu sederhana yang mengingatkan kita untuk berhenti sejenak, menarik napas, lalu melanjutkan perjalanan dengan lebih sadar.
Dengan “Langkah”, Ministry Of tidak hanya memperkenalkan single baru. Mereka sedang memperkenalkan versi baru dari diri mereka sendiri. Sebuah babak yang terdengar lebih dewasa, lebih reflektif, dan terasa semakin dekat dengan keseharian pendengarnya.
EP Fase dijadwalkan rilis pada 9 Juli 2026. Jika “Langkah” menjadi petunjuk awal, maka Ministry Of tampaknya sedang menuju salah satu fase paling menarik dalam perjalanan musik mereka sejauh ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar