Setelah lebih dulu mencuri perhatian lewat single “STFU”, Riku kini kembali dengan rilisan keduanya bertajuk “GPL”. Masih berada di bawah payung label/kolektif AntiNRML, Riku melanjutkan eksplorasi musiknya di jalur Emo Rave, dengan sentuhan karakter khas yang lekat dengan semesta AntiNRML: liar, emosional, dan tidak konvensional—termasuk nuansa HipDut yang menjadi salah satu identitas sonik kolektif ini.
Lewat “GPL”, Riku juga menambah daftar rilisan Emo Rave di AntiNRML, berdampingan dengan nama seperti kirohta, yang kali ini ikut terlibat dalam lagu tersebut. Hasilnya adalah sebuah track yang keras, intens, dan emosional, namun tetap punya sisi melodik yang mudah menancap.
Di balik proyek ini, Riku hadir bukan sekadar sebagai nama baru, melainkan sebagai alter ego dari JVSAN—sosok bayangan yang lahir dari amarah, kekacauan, dan intensitas emosi yang lebih gelap. Jika JVSAN selama ini dikenal lewat warna R&B yang soulful dengan tema patah hati dan kerentanan, maka Riku menjadi kanal untuk sisi lain yang lebih brutal: distorsi, dentuman beat, dan luapan emosi mentah yang tidak lagi dibungkus halus.
Nama Riku sendiri terinspirasi dari karakter dalam seri Kingdom Hearts, yang dikenal sebagai figur yang jatuh ke dalam kegelapan dan bertransformasi menjadi antagonis. Dalam konteks musikal, alter ego ini merepresentasikan kejatuhan JVSAN ke dalam kehampaan batinnya—sebuah refleksi gelap yang hidup dari pemberontakan, kemarahan, dan pelampiasan emosi yang tak lagi ditahan.
Jika JVSAN berbicara dalam bahasa kesedihan dan melankolia, maka Riku datang dengan teriakan. Musiknya terdengar seperti katarsis yang meledak, seolah menjadi pelarian bagi siapa pun yang sedang berhadapan dengan demon-demon dalam dirinya sendiri. Di situlah dualitas keduanya terasa kuat: di satu sisi ada cahaya, patah hati, dan kesedihan; di sisi lain ada amarah, kegelapan, dan kehancuran yang justru terasa membebaskan.
Rilisan ini juga menjadi bagian dari perjalanan musikal Riku setelah menemukan pelariannya dalam musik. Ia terus mengejar keyakinannya untuk menciptakan karya yang imajinatif, non-konvensional, dan bergerak di luar pakem arus utama—meski hingga kini belum sepenuhnya mendapat tempat luas di telinga massa. Namun justru dari ruang itu, karakter musik Riku terasa semakin tegas.
Sebagai single, “GPL” membawa tema yang cukup dekat dengan realitas banyak orang: cinta segitiga, atau situasi ketika seseorang berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia lebih layak dipilih dibanding orang lain.
Lirik seperti:
“Ku tak mau jadi rahasia, aku atau dia? Pilih cepat Ga Pake Lama (GPL)”
menjadi inti emosional lagu ini—langsung, konfrontatif, dan tanpa basa-basi. Ada rasa frustrasi, tuntutan kepastian, sekaligus amarah yang meledak dalam satu tarikan napas.
Dalam kolaborasi antara Riku dan kirohta, “GPL” dibangun sebagai harmoni dari kemarahan yang diarahkan menjadi sebuah lagu. Komposisi yang dirancang oleh kirohta memberi fondasi yang kuat untuk menampung melodi vokal Riku yang enerjik, agresif, dan penuh luapan emosi. Keduanya saling melengkapi, membentuk lagu yang terdengar seperti benturan antara rave, emo, dan ledakan perasaan yang belum selesai.
Sebagai rilisan kedua Riku di tahun 2026, “GPL” memperlihatkan bahwa proyek ini bukan sekadar eksperimen sesaat, melainkan dunia musikal yang sedang dibangun dengan serius—gelap, berisik, dan jujur pada emosinya sendiri.
Tentang Riku
Riku adalah alter ego dari JVSAN, yang merepresentasikan sisi gelap, marah, dan destruktif dari dirinya. Berbeda dengan JVSAN yang lebih lekat dengan nuansa R&B soulful, Riku bergerak di wilayah Emo Rave dengan energi yang lebih liar, beat yang berat, serta melodi yang menghantui.
Proyek ini lahir sebagai ruang pelampiasan emosi mentah—tempat amarah, kehampaan, dan pemberontakan diterjemahkan ke dalam musik yang intens dan non-konvensional.
Tentang Single “GPL”
“GPL” adalah lagu tentang cinta segitiga, tentang seseorang yang menolak terus berada di posisi abu-abu, dan memilih menuntut kejelasan.
Dengan energi yang eksplosif dan karakter produksi yang agresif, lagu ini menjadi perpanjangan dari emosi yang ingin disampaikan Riku: marah, mendesak, dan tidak ingin lagi disembunyikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar