MALANG — Band Japanese Rock asal Malang, MAESTOSO, merayakan 11 tahun perjalanan musikal mereka dengan merilis single terbaru bertajuk “Karma” pada 14 April 2026—tepat di hari jadi band sejak pertama kali terbentuk pada 2015.
Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi penanda fase baru dalam evolusi musikal MAESTOSO. Setelah lebih dari satu dekade berkiprah di skena independen, mereka kembali menegaskan identitasnya melalui pendekatan yang lebih matang, tanpa meninggalkan akar Japanese rock yang emosional, gelap, dan teatrikal.
Lewat “Karma”, MAESTOSO mengangkat isu yang dekat dengan realitas sosial: perundungan (bullying) dan konsekuensi yang tak terhindarkan dari setiap tindakan. Lagu ini menjadi refleksi atas luka yang ditinggalkan oleh kata-kata dan perlakuan, sekaligus menyuarakan keyakinan bahwa setiap perbuatan akan kembali kepada pelakunya—cepat atau lambat.
Secara musikal, “Karma” dibangun di atas aransemen gitar agresif dari Wima dan Yudha, dipadu dengan permainan bass solid dari Jordy, serta dinamika drum intens dari Tama. Sentuhan keyboard atmosferik dari Benny mempertegas nuansa dramatik, sementara vokal emosional dari Satria menjadi pusat penyampaian pesan—mengalirkan rasa sakit, amarah, hingga bentuk perlawanan yang personal.
“Karma adalah suara bagi mereka yang pernah direndahkan atau disakiti. Kami ingin menyampaikan bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Cepat atau lambat, semuanya akan kembali,” ujar Satria, vokalis MAESTOSO.
Sebagai band yang konsisten dengan identitas visual dan musikal bernuansa Jepang, MAESTOSO tetap mempertahankan karakter khas mereka, namun kini dengan eksplorasi yang lebih dalam dan intens secara emosional.
Single “Karma” sudah tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 14 April 2026.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar