Jakarta, Setelah merilis album Digdaya pada 2023 dan sejumlah single sepanjang 2025, Laze kembali hadir dengan rilisan terbaru dalam format full EP. Kali ini, ia menggandeng produser veteran hip hop Indonesia, Mardial, dalam proyek kolaborasi bertajuk “Dreams Are Made in Pasar Minggu”.
EP ini berisi 8 trek, dengan tiga single utama: “Kalkulasi Berkat” feat. Kay Oscar, “Asalutau” feat. Obyrins & ChronicalZ, serta “Anggap Michelin” feat. Basboi. Sesuai judulnya, Dreams Are Made in Pasar Minggu menjadi refleksi perjalanan hidup Laze dan Mardial yang sama-sama tumbuh besar di kawasan Pasar Minggu—sebuah ruang geografis yang membentuk identitas, mimpi, dan cara pandang mereka terhadap musik.
Menurut Laze, sentuhan Mardial menghadirkan warna yang berbeda dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya. Perbedaan tersebut justru menjadi pemantik lahirnya EP dengan nuansa yang terasa lebih ringan, cair, dan dibalut humor khas keseharian. Seluruh proses rekaman berlangsung dalam atmosfer penuh tawa dan candaan, baik antara Laze, Mardial, maupun para kolaborator yang terlibat.
Dari sisi musikal, EP ini menunjukkan eksplorasi sound yang luas. Laze dan Mardial tidak ragu bermain lintas genre—mulai dari drill hingga dangdut—sekaligus menegaskan fleksibilitas Mardial sebagai produser hip hop. Hampir seluruh trek di EP ini menghadirkan kolaborasi dengan berbagai rapper dan penyanyi solo, seperti Obyrins (PORIS), ChronicalZ, Basboi, he-sa, Jebung, Santini, serta satu kejutan menarik: kemunculan alter ego ikonik Mardial, Mamang Kesbor.
Fokus Track: “Bawa Uang” feat. Santini
Fokus track dari EP ini adalah “Bawa Uang” yang menampilkan Santini. Lagu ini mengusung konsep Hipdut (Hip Hop Dangdut) dengan pendekatan sonik yang berbeda dari tren hipdut belakangan. Alih-alih modern semata, “Bawa Uang” justru banyak dipengaruhi akar dangdut klasik, khususnya karya-karya Rhoma Irama.
Laze secara personal melihat musik Rhoma Irama sebagai sumber yang sangat potensial untuk dieksplorasi dalam konteks hip hop—baik sebagai sampel maupun inspirasi instrumental—dan lagu ini menjadi manifestasi dari pandangan tersebut.
Bagi Mardial, Dreams Are Made in Pasar Minggu adalah proyek impian. EP ini memberinya ruang untuk menggarap karya besar bersama Laze—yang ia sebut sebagai “rekan rapper sejak hari pertama”—sekaligus menghadirkan konsep yang merepresentasikan tempat asal mereka secara jujur dan personal.
EP “Dreams Are Made in Pasar Minggu” kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform streaming digital. Selain itu, visualizer untuk seluruh materi EP tersedia di channel YouTube resmi Laze, sementara video musik untuk single “Kalkulasi Berkat”, “Asalutau”, dan “Anggap Michelin” juga telah dirilis dan dapat disaksikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar