Bandung, Musisi muda asal Bandung, Juika, kembali merilis karya terbarunya berjudul “Lembaran Baru”, yang resmi dilepas pada 28 Januari 2026. Single ini menjadi kelanjutan dari rilisan sebelumnya, Sembunyi dalam Bayang, sekaligus menandai fase baru dalam perjalanan bermusiknya.
Jika pada karya sebelumnya Juika banyak mengeksplorasi luka dan kesedihan, Lembaran Baru hadir dengan nuansa yang lebih ringan dan penuh harapan. Lagu ini merepresentasikan proses bangkit dari fase gelap menuju perubahan yang lebih baik—sebuah transisi emosional yang terasa jujur dan personal.
“Judul ini relevan banget sebagai lanjutan dari Sembunyi dalam Bayang. Kalau sebelumnya tentang kesedihan, sekarang lebih ke harapan dan perubahan,” ujar Juika.
Menariknya, Lembaran Baru berangkat dari momen yang sangat sederhana. Saat berada di perjalanan dan dilanda kegalauan, Juika tanpa sengaja menemukan nada sambil bernyanyi di atas motor. Dari potongan melodi tersebut, ia mulai menulis lirik dan mengembangkannya hingga menjadi lagu utuh. Proses produksinya pun bertepatan dengan mata kuliah Proyek Musik Digital di kampus, sehingga lagu ini diproduksi di studio kampus sebagai bagian dari proyek akademiknya.
Secara naratif, Lembaran Baru terinspirasi dari fase jenuh yang pernah ia alami—ketika rutinitas, karier, dan hubungan terasa stagnan. Melalui lagu ini, Juika ingin menghadirkan karya yang dapat menemani pendengar yang tengah bergulat dengan kesedihan, kegagalan, atau rasa kehilangan arah. Ia berharap lagu ini menjadi pengingat bahwa setiap hari selalu ada kesempatan untuk memulai kembali.
“Buat aku, musik bukan cuma soal nada, tapi juga tentang penyembuhan, pertumbuhan, dan keberanian untuk mulai sesuatu yang baru,” jelasnya.
Perjalanan menuju perilisan lagu ini pun tidak sepenuhnya mulus. Juika sempat berada di titik kelelahan hingga berpikir untuk menghentikan proyek ini, bahkan mempertimbangkan memberikan lagunya kepada orang lain. Namun setelah melalui proses refleksi, ia memutuskan untuk melanjutkan dan menyelesaikan karya tersebut.
“Waktu itu aku sempat capek banget dan mikir buat berhenti. Tapi akhirnya aku sadar, ini karya aku, masa iya terus dikasih ke orang lain,” tuturnya.
Dalam proses pengerjaan, Juika menghadapi tantangan karena harus memikirkan banyak aspek secara mandiri. Meski begitu, ia bersyukur dapat bertemu dengan sosok yang membantunya bertukar pikiran selama proses produksi berlangsung.
Lembaran Baru ditujukan untuk pendengar muda—mulai dari pelajar hingga mahasiswa—yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri. Juika berharap lagu ini bisa terasa dekat, relevan, dan menjadi teman bagi mereka yang sedang mencoba berdamai dengan proses hidupnya sendiri.
Single “Lembaran Baru” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, sekaligus menjadi langkah baru Juika dalam terus mengembangkan perjalanan musiknya ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar