Band Ephemeral Queen resmi merilis EP bertajuk “When We Were”, sebuah karya yang merangkum fragmen hubungan jangka panjang yang perlahan retak, kenangan yang tak sepenuhnya pergi, serta upaya menemukan cahaya kecil di balik emosi yang gelap dan berlapis.
EP ini lahir dari pengalaman personal masing-masing personel Ephemeral Queen dalam menghadapi dinamika cinta yang memudar, perpisahan yang tak pernah benar-benar usai, hingga kerinduan pada versi diri yang lebih muda—sosok yang pernah dipenuhi harapan dan keyakinan akan masa depan. Semua perasaan itu diramu menjadi narasi yang intim dan jujur, tanpa berusaha menggurui pendengarnya.
Meski dibalut lirik getir dan reflektif, “When We Were” tetap menyimpan semangat emosional khas emo–bright pop punk era 2000-an: lugas, melodis, dan terasa dekat. Ephemeral Queen memadukan nuansa gelap emotive rock dengan energi cerah emo-pop punk, menciptakan kontras emosional yang menjadi benang merah di sepanjang EP ini.
Secara musikal, lagu-lagu dalam “When We Were” dibangun lewat progresi yang relatif sederhana namun terdengar kaya. Pendekatan teori musik berpadu dengan simplifikasi khas emo era 2000-an—lebih menekankan rasa, dinamika, dan kekuatan melodi. Karakter gitar yang agresif dan emosional bertemu dengan chorus yang terbuka dan mudah dinyanyikan, sementara penggunaan SFX, ambience, serta elemen elektronik modern memperkaya tekstur tanpa menghilangkan kesan organik dan nostalgik yang menjadi ruh utama EP ini.
“When We Were” menjadi ruang refleksi bagi mereka yang pernah kehilangan, bertahan, dan terus berjalan sambil menoleh ke belakang—bukan untuk menetap, tetapi untuk memahami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar