TWEGA Soroti Hustle Culture Lewat Single DnB “Selebrasi Disfunksyen” - negerimusik.com

Breaking

13/05/2026

TWEGA Soroti Hustle Culture Lewat Single DnB “Selebrasi Disfunksyen”

 


Musisi asal Surabaya, Oza Iskandar, membuka babak baru perjalanan musiknya melalui proyek solo bernama TWEGA (dibaca: tega). Proyek ini menjadi ruang alter ego eksperimental bagi Oza, yang sebelumnya dikenal bermusik dalam format band. Lewat TWEGA, ia mencoba mengemas berbagai fenomena urban dengan pendekatan yang ringan, funky, goofy, sekaligus penuh ironi.

Debut perdana TWEGA bertajuk “Selebrasi Disfunksyen” resmi dirilis secara mandiri pada 8 Mei 2026. Single ini hadir sebagai respons terhadap hustle culture yang belakangan terasa semakin akrab di tengah kehidupan masyarakat urban.



Di balik nuansa goofy dan serampangan yang ditawarkan, “Selebrasi Disfunksyen” dibangun lewat beat DnB nyentrik, synth retro bernuansa kartun akhir 90-an, hingga lapisan vokal yang sengaja dibiarkan fuzzy dan kasar. Warna musik tersebut menjadikan lagu ini terasa seperti alternatif segar di tengah hiruk-pikuk rutinitas dan tekanan hidup modern.

Nuansa elektronik retro ala opening serial Powerpuff Girls juga menjadi salah satu elemen yang terasa kuat dalam lagu ini. Namun di balik atmosfer yang terdengar jenaka, tersimpan cerita yang cukup komikal sekaligus getir.

Sebagai mahasiswa semester akhir yang juga bekerja di salah satu restoran di Surabaya, Oza sempat mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika ditipu seller efek gitar di marketplace Facebook tepat di hari ulang tahunnya. Harapan untuk memutar roda ekonomi dan menyisihkan tabungan melalui jual-beli efek gitar mendadak pupus karena ironi tersebut.



Selain pengalaman itu, “Selebrasi Disfunksyen” juga lahir dari kondisi kesehatan Oza sendiri yang terdampak tekanan hustle culture. Tuntutan dari berbagai arah dan stres berkepanjangan akhirnya memengaruhi kesehatannya. Bagi Oza, hustle culture yang sering terdengar seksi dan populer justru bisa membuat seseorang lebam dan babak belur secara mental maupun fisik.

Karakter TWEGA dalam “Selebrasi Disfunksyen” juga dibangun lewat pendekatan visual yang sengaja dibuat serampangan dan penuh guyon. Artwork sederhana bergaya meme abal-abal dikerjakan sendiri oleh Oza, sementara video teasernya disisipi sequence game lawas yang dilanjutkan dengan narasi tentang kesialan yang ia alami.

“TWEGA mungkin terdengar seperti bercanda, namun faktanya banyak fenomena yang memang lebih masuk akal jika ditertawakan.”

Dalam proses produksinya, draft awal “Selebrasi Disfunksyen” digarap secara mandiri oleh Oza. Tahap rekaman hingga mixing dan mastering kemudian dilakukan di Stay Up Records, studio musik independen yang berbasis di Surabaya.

Kini, “Selebrasi Disfunksyen” sudah tersedia di berbagai platform streaming digital lengkap dengan segala kekacauan, ironi, dan nasib sial yang mengiringinya.




TWEGA merupakan proyek solo eksperimental milik Oza Iskandar yang berangkat dari ketertarikan terhadap musik elektronik, DnB, dan fenomena kehidupan urban. Dengan pendekatan yang goofy, ringan, dan penuh satire, TWEGA mencoba menerjemahkan keresahan sehari-hari menjadi karya yang terdengar jenaka sekaligus relevan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Iklan Negerimusik