Surabaya, 2 Mei 2026 — Band rock asal Surabaya, The People Of The Sun (POTS), resmi merilis single terbaru bertajuk “Kontemplasi”. Lagu ini menjadi rilisan pertama mereka sejak “Two Ticket” (2025) dan kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital.
Berbeda dari materi sebelumnya, “Kontemplasi” hadir dengan pendekatan yang lebih reflektif. Lagu ini berangkat dari keresahan personal tentang hidup yang terasa tidak menentu, masa depan yang samar, hingga pengalaman traumatik yang kerap muncul tanpa jawaban pasti.
“Lagu ini muncul dari pertanyaan-pertanyaan ‘what if’ di kepala saya. Tentang hidup yang tidak jelas arahnya,” ujar Bimo, drummer sekaligus salah satu penulis lagu.
Secara lirik, “Kontemplasi” memadukan diksi yang lugas dengan pendekatan semiotik untuk menggambarkan perasaan yang campur aduk. Inspirasinya bahkan datang dari pengalaman emosional saat menonton film Life of Pi, yang memperkuat nuansa terombang-ambing dalam lagu ini.
Dari sisi musikal, POTS tetap mempertahankan karakter khas mereka—distorsi gitar yang emosional, drum berintensitas tinggi, serta dinamika aransemen yang dibangun secara perlahan (slow build-up). Sentuhan baru juga hadir melalui vokal Raditya Mahendra, yang memberi warna berbeda pada keseluruhan komposisi.
Menariknya, “Kontemplasi” bukan materi yang benar-benar baru. Demo lagu ini sudah ada sejak 2025 dan kerap dibawakan dalam berbagai penampilan live. Namun, proses eksplorasi yang panjang—termasuk perubahan aransemen dan dinamika internal band—membuat lagu ini baru dirilis secara resmi tahun ini.
Seluruh proses rekaman dilakukan di 912 Studio, dengan kontribusi tambahan dari Reza Felayati (Scatter The Tribe) pada bass. Sementara itu, proses mixing dan mastering ditangani oleh Tutoet Daru Prabowo, yang dikenal sebagai sound engineer dari Sheila On 7.
Lewat “Kontemplasi”, The People Of The Sun tidak hanya menawarkan karya baru, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi pendengarnya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa segala hal—baik kebahagiaan maupun kesedihan—pada akhirnya akan berlalu.
“Semua yang kita kejar dan rasakan pasti akan lewat. Nikmati saja prosesnya,” tutup Harist Santoso.
Dengan pendekatan yang lebih matang dan emosional, “Kontemplasi” menandai langkah baru POTS dalam memperluas spektrum musikal mereka—tanpa kehilangan identitas yang telah mereka bangun sejak awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar