Peni Rilis Album “30”, Arsip Emosional dari Satu Tahun Perjalanan di Skena Malang - negerimusik.com

Breaking

04/05/2026

Peni Rilis Album “30”, Arsip Emosional dari Satu Tahun Perjalanan di Skena Malang

 




Unit alternative rock/power pop asal Malang, Peni, akhirnya merangkum perjalanan bermusik mereka selama satu tahun terakhir lewat album penuh bertajuk “30”. Dirilis melalui label Haum Entertainment, album ini berisi sepuluh lagu yang merepresentasikan fase awal perjalanan mereka di skena independen sejak Januari 2025.

Lebih dari sekadar rilisan debut, “30” menjadi medium ekspresi yang jujur bagi Peni—menggali gejolak emosi, keresahan personal, hingga refleksi sosial yang mereka alami sepanjang perjalanan tersebut.

Band ini digawangi oleh Ken Baruna (gitar/vokal), Gilang Domisilafa (gitar), Ardian Bagus “Susu” (bass), dan Aldian Ibanez “Dibot” (drum). Secara musikal, Peni mengolah pengaruh alternative rock dan power pop era 90-an Amerika Serikat, namun tetap berpijak pada akar pop Indonesia era 90–2000-an yang terasa akrab di telinga.

Dalam waktu relatif singkat, Peni menunjukkan produktivitas yang konsisten. Sejumlah single seperti “Allegori”, “Gejolak Asmara Masa Muda”, dan “Kota” telah lebih dulu diperkenalkan, masing-masing membawa perspektif berbeda—mulai dari adaptasi puisi, romansa obsesif masa muda, hingga rasa terasing di tengah kehidupan urban.

Album “30” dibuka dengan “Allegori”, adaptasi puisi Randy Levin Virgiawan yang menandai karakter lirik puitis mereka. Lagu-lagu seperti “Jakarta” dan “Sama” merekam kegelisahan sosial, sementara “30” dan “Tidur” menyentuh refleksi personal tentang tekanan hidup dan penyesalan.

Nuansa yang lebih ringan hadir lewat “Gejolak Asmara Masa Muda” dan “Pesta”, sebelum “Kota” membawa pendengar ke tema patah hati dalam kompleksitas urban. Album ini kemudian ditutup dengan “Tentang Kepergian”, lagu akustik minimalis yang intim, berbicara tentang kehilangan dan ingatan sebagai penyeimbang emosi keseluruhan album.

Seluruh materi dalam “30” diproduseri oleh Ken Baruna, direkam di Rama Studio, serta melalui proses mixing dan mastering oleh Rama Satria M. Secara keseluruhan, album ini terasa sebagai arsip emosional—sebuah dokumentasi fase awal Peni dalam memahami diri, relasi, dan dunia di sekitarnya.

Dengan pendekatan yang jujur dan musikalitas yang tetap mudah dicerna, Peni menegaskan diri sebagai salah satu unit muda dari Malang yang layak diperhitungkan, tidak hanya karena produktivitasnya, tetapi juga keberanian dalam menyampaikan narasi personal secara apa adanya.

Menariknya, setelah perilisan album ini, Peni belum merencanakan agenda promosi atau tur dalam waktu dekat. Band ini memilih kembali ke rutinitas masing-masing, sambil perlahan menyiapkan materi untuk album kedua mereka.

Langkah ini menunjukkan bahwa bagi Peni, proses kreatif tetap menjadi prioritas utama—bahwa perjalanan mereka belum berhenti di “30”, melainkan baru saja dimulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Iklan Negerimusik