RIOTNINETYNINE Teriakkan “Greed Is Death”, Hardcore Gelap dari Singaraja Siap Menghantam - negerimusik.com

Breaking

07/01/2026

RIOTNINETYNINE Teriakkan “Greed Is Death”, Hardcore Gelap dari Singaraja Siap Menghantam



Singaraja, Bali kembali mengirimkan kabar bising. Unit hardcore RIOTNINETYNINE resmi melepas demo terbaru bertajuk Greed Is Death, sebuah materi penuh amarah yang kali ini menghadirkan Ara Lizziee sebagai kolaborator. Demo tersebut sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital dan dirilis di bawah naungan Pleasure Records. Tak cuma berhenti di rilisan, RIOTNINETYNINE juga bersiap menjalani mini tour yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari.

Digawangi oleh Subratha (vokal), Saha (gitar), Nakula (bass), dan Prayudi Vigraha (drum), RIOTNINETYNINE memanfaatkan demo ini sebagai ruang eksplorasi. Mereka memadukan intensitas heavy hardcore dengan tambahan riff-riff death metal yang bergelombang, menciptakan atmosfer gelap dan mencekam—sebuah sajian yang terasa lebih pekat dari materi-materi sebelumnya.

Secara narasi, “Greed Is Death” berbicara tentang wajah manusia yang dikuasai keserakahan. Hati yang kosong digambarkan sebagai awal dari kegelapan: rasa tak pernah cukup, dorongan untuk mengambil hak orang lain, hingga menutup mata demi memenuhi keinginan pribadi. Tema ini diramu dari berbagai isu yang tengah terjadi hari ini, menjadikan demo ini bukan sekadar pelampiasan emosi, tapi juga refleksi atas realitas sosial.

Lewat “Greed Is Death”, RIOTNINETYNINE menegaskan bahwa hardcore bukan hanya soal gebukan dan distorsi, melainkan juga medium untuk menyuarakan kegelisahan—keras, jujur, dan tanpa basa-basi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar