Yogyakarta, negerimusik.com — Kolektif musik asal Yogyakarta, Hunian, resmi merilis album debut bertajuk Untuk Perjalanan. Album berisi 10 lagu ini menjadi rangkuman refleksi personal dan kontemplasi yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir.
Digawangi oleh Ghozi Daffa, Elang Nuraga, dan Anshar Aziz (Ancal), Hunian menghadirkan karya yang dibangun dari pengalaman yang jujur dan proses kreatif yang matang. Bagi mereka, album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah perjalanan emosional yang memiliki “nyawa”.
“Saat menulis lirik untuk album ini, saya berusaha memotret perasaan manusia yang sering kali tidak terucap. Rasanya seperti berbicara dengan diri sendiri,” ujar Ghozi.
Album Untuk Perjalanan menggambarkan fase hidup yang luas—dari lahir, menjalani kehidupan, hingga menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk kegagalan. Hunian mencoba merangkum dinamika tersebut dalam pendekatan yang sederhana, namun tetap emosional dan dekat dengan pendengar.
Secara musikal, eksplorasi gitar dari Elang dan Ancal menjadi salah satu kekuatan utama. Aransemen dibuat variatif, mulai dari permainan yang minimal hingga bagian yang lebih ekspresif, mengikuti emosi yang ingin disampaikan di tiap lagu.
“Gitar di album ini kami bayangkan sebagai teman bicara, terutama untuk mereka yang sedang menjalani hari-hari berat,” kata Elang.
Sebagai rilisan perdana, album ini juga memiliki makna penting bagi para personelnya. Mereka menyebut album sebagai semacam “tonggak” dalam perjalanan bermusik—sebuah medium yang mampu merepresentasikan identitas band secara utuh.
Proses produksi album ini turut melibatkan sejumlah kolaborator, termasuk Adam Subarkah yang mengisi bass di lagu “Berlayar”. Selain itu, Bounty Ramdhan juga terlibat dalam penggarapan lagu “Suara-Suara”, memberikan sentuhan ritmis yang dinamis.
Dari sisi visual, artwork album digarap oleh desainer grafis Pandu Saputra dengan konsep sederhana namun simbolik. Visual menampilkan representasi “titik berangkat” yang selaras dengan tema perjalanan, lengkap dengan nuansa warna hangat yang memberi kesan nostalgia sekaligus optimisme.
Seluruh proses produksi dilakukan di beberapa studio, termasuk Neverland Studio, dengan tahap akhir mixing dan mastering ditangani oleh Ardha Buzzbanditz.
Melalui Untuk Perjalanan, Hunian tidak hanya memperkenalkan identitas musikal mereka, tetapi juga menawarkan ruang refleksi bagi pendengar. Sebuah pengingat bahwa perjalanan hidup, dengan segala kompleksitasnya, tetap layak dijalani—dan dimaknai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar