Decemberism Rilis “A Summer Bluer”, Refleksi Melankolis tentang Perpisahan dan Melangkah Maju - negerimusik.com

Breaking

18/04/2026

Decemberism Rilis “A Summer Bluer”, Refleksi Melankolis tentang Perpisahan dan Melangkah Maju


 

Unit asal Sidoarjo, Decemberism, kembali menandai fase baru perjalanan mereka lewat single terbaru bertajuk “A Summer Bluer” yang resmi dirilis pada 17 April 2026 melalui Haum Entertainment. Rilisan ini sekaligus menjadi penanda bergabungnya Decemberism ke dalam roster label tersebut.


Kini digerakkan oleh dua personel—Lambang Akbar Ramadhan (gitar) dan Abiezar Akbar Pramestio (vokal/gitar)—Decemberism menghadirkan karya yang terasa lebih matang, baik secara musikal maupun emosional. “A Summer Bluer” hadir sebagai refleksi tentang perpisahan, perpindahan, dan proses berdamai dengan kenangan.



Lagu ini dibalut atmosfer hangat yang justru menyimpan kesedihan, seperti musim panas yang tidak sepenuhnya cerah. Melalui metafora hujan, laut, hingga momen sunyi menatap jendela, Decemberism membangun lanskap emosional yang kontemplatif. Frasa a summer bluer than the surface of the sea menjadi inti dari narasi lagu—sebuah simbol kedalaman rasa yang melampaui sekadar kesedihan.


“Singel ini kami definisikan sebagai musim panas yang lebih ‘biru’ dari biasanya, di mana biru sering dihubungkan dengan perasaan yang dalam, kesetiaan, komitmen, dan sendu,” jelas Lambang.


Lebih jauh, lagu ini juga berbicara tentang keberanian untuk melanjutkan hidup. Ada kesadaran bahwa meninggalkan sesuatu bukanlah hal mudah, namun tetap menjadi bagian penting dari pertumbuhan. Nuansa sinematik dalam penulisannya turut dipengaruhi oleh film-film Jepang yang kontemplatif, memperkuat kesan reflektif yang dihadirkan.

Secara musikal, “A Summer Bluer” menjadi semacam penyegaran identitas bagi Decemberism, sekaligus lanjutan emosional dari rilisan mereka sebelumnya, “City Hall / Countless Times” (2023). Pengaruh emo 90-an berpadu dengan sensibilitas musik Jepang terasa kental, membentuk karakter yang kini semakin solid.

Dalam proses produksinya, Decemberism turut melibatkan sejumlah kolaborator. Gangsar Priyambodo (eks Decemberism) mengisi bass, sementara Prima Panji (Reverie/Voorstad) mengisi drum. Proses rekaman dilakukan di Selfrecs Studio bersama Alwan Hilal Cessaro, dengan drum direkam di Trek House (kini Rotary Music Space). Tahap mixing dan mastering ditangani oleh Ayok dari Griffin Studio.

Tak hanya dari sisi audio, pendekatan visual dalam rilisan ini juga menjadi bagian penting dari keseluruhan konsep. Artwork mengusung estetika Jepang dengan sentuhan mono no aware, menempatkan warna biru sebagai pusat emosi visual. Foto-foto yang digunakan diambil oleh Anggra (Timeless) dan Yogi Fadillah, yang berbasis di Jepang—menambah lapisan autentik pada identitas visualnya.

“A Summer Bluer” bukan sekadar single, melainkan penanda titik balik bagi Decemberism. Lagu ini menjadi awal dari langkah yang lebih besar, termasuk rencana mereka untuk merilis album penuh pertama dalam waktu mendatang.

“Kami meyakini lagu ini adalah turning point untuk restart band ini. Saat ini kami sedang menggarap album penuh pertama kami,” tutup Lambang.

Single “A Summer Bluer” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform streaming digital, menjadi pembuka dari babak baru Decemberism yang lebih dalam, jujur, dan sinematik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALBUM

SINGLE

OPINI

Iklan Negerimusik