Callkula, Ajak Pendengar Merapikan Pikiran Lewat “Isyarat Hina” - negerimusik.com

Breaking

Sabtu, 31 Agustus 2019

Callkula, Ajak Pendengar Merapikan Pikiran Lewat “Isyarat Hina”


“Berapa banyak manusia yang akhirnya tidak menjadi dirinya sendiri karena takut dianggap “negatif” oleh orang-orang yang melihatnya? Berapa banyak manusia yang tidak menilai seseorang dari apa yang ia lihat oleh kedua matanya? Dan berapa banyak manusia yang ingin merapikan pikirannya untuk memandang seseorang sebagai manusia seutuhnya?”

ADA sebuah ungkapan tersohor yang menyatakan bahwa, “Kita sebagai seorang manusia jangan pernah menilai seseorang dari luarnya, atau dari apa yang hanya mampu ditangkap oleh mata”. Saking masyhurnya kalimat bernada merdu tersebut, semua itu seakan telah menjadi hafalan di luar kepala, dan mampu dengan mudah dilafalkan tanpa harus berpikir terlebih dahulu saat mengungkapkannya. Keindahan selalu tersemat, seakan mampu mengubah seseorang yang mengutarakannya bak “manusia bijak”.

Kita ambil beberapa contoh saja dari hasil implementasi kalimat tersebut. Seseorang berpenampilan seram layaknya seorang “preman” belum tentu tidak memiliki banyak kebaikan di dalam dirinya. Seorang wanita dengan pakaian serba terbuka, belum tentu ia adalah seorang wanita murahan yang dapat dengan mudah dijelajahi tubuhnya oleh para pria hidung belang. Dan seorang yang berpenampilan layaknya seorang pemuka agama, belum tentu di dalam dirinya memiliki niatan baik untuk menyebarkan kebaikan kepada banyak orang.

Dari ungkapan tersebut dan beberapa contoh di atas, kita bisa memetik sebuah pelajaran yang sangat berharga, bahwa seorang manusia sudah sepatutnya memandang orang-orang yang ada di sekitarnya sebagai seorang manusia, bukan dari apa yang ia kenakan maupun dari apa yang nampak. Manusia sepatutnya memiliki hak yang sama dan berhak mendapat apresiasi yang tinggi dari berbagai kebaikan yang ia miliki di dalam dirinya.

Namun yang terjadi malah justru kebalikannya. Apa yang seharusnya dilakukan seseorang dalam memandang manusia lainnya seakan tidak benar-benar dipahami dan tidak diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-harinya. Kebanyakan orang masih terjebak pada sebuah sudut pandang bahwa “Penampilan adalah gambaran diri seseorang”. Tak perlu jauh-jauh pergi ke negeri seberang, di Indonesia sendiri ungkapan bernada manis nan puitis tersebut masih belum benar-benar dipahami oleh akal dan hati nurani masyarakatnya.

Melihat fenomena tersebut, nampaknya telah membuat gusar hati para personel Callkula, sebuah band asal Yogyakarta yang telah terbentuk sejak tahun 2018 lalu. Dan keresahan tersebut akhirnya memicu mereka untuk menyampaikan hal itu ke dalam sebuah karya musik yang cantik nan apik. Hingga pada akhirnya, “Isyarat Hina” didaulat menjadi judul karya terbaru dari band yang beranggotakan Gilang (vokal & gitar), Alvinza (gitar), Adiyatma (kibor), Elvan (bass) dan Bagas (drum), sekaligus menjadi single ketiga dari mereka yang resmi dirilis pada hari ini, Senin (26/8/2019).

Gilang sebagai penulis lagu “Isyarat Hina” menurutkan, bahwa apa yang terdapat di dalam single ketiga dari bandnya ini merupakan fakta yang terjadi pada manusia saat ini dalam memandang lingkungan sekitarnya. Pada saat sebelumnya, ia bersama kawan-kawannya di Callkula telah melakukan proses observasi yang mampu menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa masih banyak masyarakat di negeri ini yang melihat orang lain dari apa yang nampak pada kemasan luarnya saja.
Salah satu contoh misalnya seperti seseorang yang mengenakan pakaian compang-camping tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam sebuah mall. Atau contoh lainnya adalah seseorang yang memiliki masa lalu yang buruk tidak mendapatkan ruang yang besar untuk mendapat apresiasi yang tinggi ketika ia berubah dan melakukan banyak kebaikan di lingkungannya.

“Apa yang salah dengan mereka yang nyaman berpakaian compang-camping dan ingin masuk ke dalam sebuah mall? Apa yang salah dari mereka yang melakukan banyak kebaikan pada lingkungannya, walau di masa lalu ia memiliki masa lalu yang buruk? Bagi kami, beberapa contoh yang terjadi di tengah masyarakat saat ini adalah sebuah bentuk diskriminasi yang dilakukan banyak orang untuk tidak memberikan kesempatan bagi seseorang, untuk mendapat apresiasi yang tinggi dari kebaikan yang bisa jadi tersembunyi di balik pakaian compang-campingnya, atau tersamarkan oleh masa lalu kelam yang pernah dilakukan seseorang,” pungkas Gilang.

Lanjut Rully (Manajer Callkula), di tengah kemajuan yang sedang terjadi saat ini, sudah seharusnya masyarakat tidak lagi memandang sesuatu dari satu sudut pandang yang ia kehendaki. Saat ini masyarakat seharusnya sudah memulai merapikan pikirannya untuk melihat sekitar dari berbagai sudut pandang, dan memberi apresiasi yang besar terhadap segala kebaikan yang dimiliki seseorang di dalam dirinya. Sudah bukan zamannya lagi seseorang mendapat perlakuan diskriminatif dari apa yang terlihat dari kulit luarnya, atau dari hal buruk pernah dilakukannya di masa silam.
“Setiap orang memiliki nyamannya sendiri dalam menampilkan dirinya, dan setiap orang memiliki masa lalu sendiri dalam hidupnya. Namun bukan berarti mereka tidak berhak mendapat hak yang sama untuk dipandang sebagai seorang manusia seutuhnya yang tentu akan selalu memiliki sisi baik di dalam dirinya,” papar Rully.

Melalui single “Isyarat Hina” ini, Callkula berharap karya mereka akan menjadi pemincut bagi banyak orang untuk merapikan pikiran mereka dalam mengambil sudut pandangnya melihat suatu hal. “Harapan kami, melalui single “Isyarat Hina” ini kami bisa membantu banyak orang untuk dapat merapikan pikiran banyak orang dalam memandang suatu hal, terutama ketika ia memandang orang lain sebagai seorang manusia,” tambah Rully.

Dalam penggarapan single “Isyarat Hina” ini sendiri, Callkula sendiri dibantu oleh Sasi Kirono yang bertindak sebagai produser. Dan “Isyarat Hina” sendiri saat ini sudah bisa disimak di berbagai platform dengar digital seperti Spotify, Joox, Itunes dan masih banyak lagi, juga dibisa disimak dalam bentuk video lirik yang bisa disaksikan di Youtuber Channel Official Callkula Music.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar