Cerita "Soekarno Straat" Rayakan Album "Semua Warna" dengan Ibadah Tour “Ngeluruk Ngayogyakarto” - negerimusik.com

Breaking

Minggu, 06 Oktober 2019

Cerita "Soekarno Straat" Rayakan Album "Semua Warna" dengan Ibadah Tour “Ngeluruk Ngayogyakarto”

[profile] soekarno straat

Setelah merilis beberapa single di tahun 2018, unit alternative reggae asal Mojokerto, yakni Soekarno Straat akhirnya merilis full album terbarunya yang berjudul “Semua Warna”, tepat pada tanggal 1 September 2019. Di waktu yang sama, Soekarno Straat berkolaborasi dengan salah satu event organizer lokal untuk mengadakan launching party dalam bentuk konser. Melalui konser tersebutlah untuk pertama kalinya album “Semua Warna” dalam bentuk fisik didistribusikan. Perilisan album fisik itu dilanjutkan dengan agenda tur “Ngeluruk Ngayogyakarto” yang dilaksanakan mulai tanggal 4 September 2019 hingga 13 September 2019 di 7 titik di Yogyakarta. Setelah agenda tur tersebut, pada tanggal 2 Oktober Soekarno Straat merilis album “Semua Warna” melalui berbagai platform digital, seperti Spotify dan Apple Music.

artwork album music "semua warna" by. soekarno straat

Album ini terdiri lagu-lagu yang telah ditulis sejak tahun 2016. Beberapa lagu sudah pernah direkam dan dirilis dalam format single, namun pada album kali ini, beberapa lagu tersebut direkam ulang dengan aransemen yang berbeda. Hal tersebut tak lepas dari faktor bongkar-pasang personil yang dilakukan Soekarno Straat sejak tahun 2016 hingga 2017. Album ini memberi sebuah tanda, bahwasannya Soekarno Straat telah selesai dengan urusan bongkar-pasang personil.

Proses produksi album ini secara keseluruhan dikerjakan oleh Soekarno Straat bersama rekan-rekannya yang berasal dari Mojokerto sendiri. Lagu-lagu pada album ini direkam di salah satu home recording studio di Mojokerto, yakni Lazarus Records. Home recording studio tersebut adalah milik audio engineer dari Soekarno Straat sendiri, yakni Alvino Nanda. Seluruh proses mixing dan mastering dalam album ini ditangani oleh Alvino. Selain itu, Lazarus Records juga berkontribusi dalam perilisan album ini, baik secara digital maupun fisik. Selain itu artwork yang dijadikan sampul album juga dikerjakan oleh salah satu seniman asal mojokerto, yakni Bima Ilyass.

Semua Warna sebenarnya adalah judul dari salah satu lagu yang ada pada album ini. Lagu tersebut pernah dirilis dalam format single pada akhir 2017 lalu. Namun, sebenarnya “Semua Warna” sebagai judul single, dan “Semua Warna” sebagai judul album memiliki makna yang berbeda. Soekarno Straat menggunakan kalimat “Semua Warna” sebagai judul album untuk menggambarkan keberagaman isi dari album tersebut, baik secara lirikal maupun musikal.

Secara musikal, album ini memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan mini album yang telah dirilis oleh Soekarno Straat pada tahun 2016 lalu, yakni “No Famous No Die”. Berbeda dengan  “No Famous No Die”  yang secara total bernuansa ska, album kali ini justru tidak mengandung unsur ska sama sekali, dan cenderung bernuansa reggae. Selain itu, perbedaan dari album “Semua Warna” dengan mini album yang telah dirilis sebelumnya juga terletak pada keberagaman komposisi yang ada di dalamnya. Pada mini album “No Famous No Die”, pendengar dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa genre musik yang dimainkan Soekarno Straat adalah Ska. Namun, hal tersebut tak berlaku di album “Semua Warna” karena Soekarno Straat banyak menggabungkan unsur-unsur dari berbagai macam genre musik diluar reggae. Dalam album kali ini, Soekarno Straat banyak memasukkan unsur pop, rock, sampai dengan psychedelic. Bahkan pada titik yang paling ekstrim, Soekarno Straat berani memasukkan satu track yang sama sekali tak memiliki unsur reggae kedalam album ini. Melalui album “Semua Warna”, Soekarno Straat ingin menyatakan bahwasannya mereka ingin lebih bebas dalam berkarya dan tidak ingin terbelenggu hanya pada suatu genre saja.

Dari segi lirikal, sembilan lagu dalam album ini memiliki tema yang beragam, mulai dari cinta/romansa, kritik sosial/moral, hingga spiritualitas. Melalui album ini, Soekarno Straat ingin menggambarkan warna-warni alam pikiran manusia ketika memasuki fase remaja. Dalam fase remaja, pada umumnya seorang manusia memiliki keleluasaan yang lebih untuk memikirkan dan merenungi berbagai hal, mulai dari urusan romansa, sosial, moral, sampai dengan spiritual. Keempat hal tersebutlah yang dituangkan pada sembilan lagu dalam album ini.

“Ngeluruk Ngayogyakarto” merupakan agenda tour album "Semua Warna" yang dilaksanakan mulai tanggal 4 September 2019 hingga 13 September 2019 di 7 titik di Yogyakarta


Spotify Soekarno Straat




youtube soekarno straat

[pr] soekarno straat
[editor] fajar sandy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar