Band Asal Kalimantan 'Apophis' Baru Saja Merilis Album 'Belantara Kami' - negerimusik.com

Breaking

Kamis, 31 Januari 2019

Band Asal Kalimantan 'Apophis' Baru Saja Merilis Album 'Belantara Kami'

Apophis merupkan band metalcore yang beranggotakan Eky (vocal), Ady (Gitar), Anggi (Drum), Pur (Gitar) dan Riduan (Bass) yang lahir dan berdomilisi di kota kecil Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, sejak 2011.

Awal tahun yang melegakan bagi band metalcore asal Kalimantan Tengah ini, pasalnya tepat di tanggal ganjil 19/01/2019 mereka telah merilis Extended Play Album (Ep Album) yang bertajuk “Belantara Kami”.



Setelah melewati waktu yang cukup panjang, sejak 2016 mereka sudah berancang-ancang, mulai dari konsep materi apa yang akan di kerjakan untuk Ep Album ini kemudian mereka memutuskan tentang lingkungan hidup sekitar berawal dari hutan, sungai, peradaban, bahkan mental penduduk asli tanah borneo. Dari segi musikalitas, apophis tetap berpegangan pada breakdown-breakdown metalcore yang khas, dan riff-riff metalcore yang menginfluence jejeran raksasa metalcore sejatinya seperti, As I Lay Dying, Park Way Drive, August Burn Red, Burgerkill, etc.

Setelah merancang dua hal tersebut pengerjaan Album tidak bisa di berlangsungkan karena keterbatasan waktu dan jarak antar personil menghambat pengerjaan Belantara Kami hingga kurang lebih 1 tahun. Kemudian di tahun 2018 Apophis baru kembali mengerjakan Ep Album tersebut yang sempat terhambat cukup lama. Terhitung dari akhir bulan puasa Apophis sudah mulai masuk dapur rekaman untuk merekam instrumen, vocal dan lain-lain. Aransemen lagu dan recording instrumen sebagainya di lakukan sendiri oleh apophis di home recording milik riduan yang kebetulan bassis dari Apophis sendiri, setelah selesai merekam musik kemudian di lanjutkan merekam vocal di Fany Studio Pangkalan Bun, memakan waktu kurang lebih 1 minggu dan 5 shift recording untuk vocal. Di Ep Album Belantara Kami ini Apophis di bantu oleh female singer dari band rock asal pangkalan bun Pink Flowers yakni eka untuk lagu “Hitam Menggumpal” dan juga dibantu rian di Track ke 04 untuk mengisi bass. Setelah semua vocal di rekam kemudian mereka sedikit memberi sentuhan di beberapa track memasukan unsur Kecapi dan berayah khas Dayak ngajuk. Dan akhirnya sekitar 1 bulan Apophis berhasil merekam semua materinya dan siap memasuki tahap mixing mastering audio yang juga di lakukan Bassist mereka Riduan di Rare Studio, kurang lebih 5 bulan di sela waktu Riduan berhasil menyelesaikan sentuhan terakhir Audio Belantara Kami. Sebelum melepas debut mini album “Belantara Kami”, Apophis pada agustus 2018 lalu juga telah merilis single “hitam menggumpal” yang dikemas dalam bentuk audio visual dengan dibantu jihad al ghifari sebagai videographer sekaligus editor di clip tersebut.


Artwork menjadi bagian penting dalam sebuah album sehingga pada kesempatan kali ini untuk album “Belantara Kami” Apophis mengajak artworker asal pangkalan bun roy yang juga personil dari bangkit, roy sendiri telah merilis art – art untuk beberapa band besar lainnya seperti turbidity, hingga gugat. Adapun makna dari artwork “Belantara Kami” adalah menggambarkan apa yang terjadi terhadap lingkungan sekitar kami seperti hutan Kalimantan yang kini semakin terkikis setiap tahunnya, dan the man yang di gambarkan di artwork tersebut adalah orang di balik semua ini, dimana sang penguasa dengan symbol mahkota dikepala menghabiskan hutan dan berganti perkebunan kelapa sawit yang tergambar pada sisi tangan kanan. Kemudian setelah segalanya selesai Apophis segera merilis Belantara Kami via Digital Store yang di bantu oleh Netrilis Indonesia. Di zaman digital saat ini menjadi alasan tersendiri bagi Apophis untuk melepas album mereka melalui digital, selain lebih gampang diakses sekaligus penyebaran karya lebih cepat dan mudah. Namun Selain rilis via platform digital, Apophis juga akan merilis mini album tersebut melalui cangkram padat (CD) secara independent atau self release yang dicetak dengan sangat terbatas.

Album “Belantara Kami” dari Apophis tersedia di Itunes, Spotify, Deezer dan platform digital lainnya.



More Info Contact | Facebook : Apophis Metalcore | Instagram : Apophisborneo



[Press Release] PJWEBZINE/FJR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar