Workshop "Routing Equipment" bersama 'Gigih Praseta AA Studio - negerimusik.com

Breaking

Minggu, 11 November 2018

Workshop "Routing Equipment" bersama 'Gigih Praseta AA Studio

Routing equipment adalah istilah yang di gunakan para pekerja seni (panggung), khususnya pada saat persiapan perform seorang musisi, sebaik-baiknya musisi sudah seharusnya mengetahui setting yang tepat untuk alat yang ia mainkan.






tepatnya di Godbless Cafe Malang tanggal 18 Oktober 2018 telah dilaksanakan kegiatan 'Workshop tentang Routing Equipment dengan pemateri Gigih Praseta dari AA Studio Musik, acara ini digagas oleh Mahasiswa Musik UM bekerja sama dengan Godbless Cafe 2 Malang.

Dihadiri kurang-lebih 88 peserta workshop acara ini bisa dikatakan sukses dengan menggaet orang-orang yang berasal dari kalangan 'Umum hingga musisi-musisi muda di Kota Malang.

dalam acara Gigih Praseta mengajak teman-teman khususnya mahasiswa Musik UM seluruh angkatan untuk belajar bersama tentang bagaimana routing equipment yang benar.

Beberapa peserta workshop ikut berpartisipasi baik sebagai objek ataupun berbagi pengalaman mengenai permasalahan-permasalahan yang sering mereka dapati ketika Ceksound hingga perform.

Salah satu peserta dari Mahasiswa Musik UM, Hanung (Audiosick Band) malam itu menanyakan tentang 'Latency, yaitu kasus dimana sinyal suara yang dihasilkan ketika diatas panggung terkadang tidak sama dengan suara yang keluar di Sound out, kondisi di atas panggung ini terjadi semacam delay pada 'kasusnya.



Foto: Gigih Praseta (Instagram)


Gigih praseta memberikan Jabaran permasalahan itu dengan solusi menyiapkan alat tambahan seperti Direx Box atau yang di sebut DI, yang berfungsi untuk memperkuat sinyal sehingga tidak terjadi Delay yang berlebihan yang dirasakan oleh musisi diatas panggung, dan selanjutnya jika tidak menggunakan soundman pribadi (kasus ini sering terjadi), musisi harus segera, bisa meninjak lanjuti dengan koordinasi dengan soundman agar masalah semacam itu bisa teratasi (minimal mengurangi).

Lebih jauh Gigih Praseta juga menekankan pada setiap musisi supaya benar-benar melakukan pemanfaatan pada adanya sound monitor, efek yang digunakan (seperlunya saja), dan juga pentingnya toleransi antar instrumen (volume).

Ganesha Solomon, salah satu penggagas acara itu berharap acara ini terus berlangsung dengan tema-tema selanjutnya yang lebih menarik, dan memberikan manfaat dikemudian, terutama untuk mahasiswa musik, musisi atau crew panggung, sehingga menghasilkan kualitas sound sebagai penunjang senjata (karya) yang baik terutama bagi musisi, khususnya di Kota Malang.

Acara itu ditutup dengan Jamming Session untuk semua peserta workshop yang hadir.



Kontributor: Aldike Angga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar